Mendag Bidik Transaksi Rp313,4 T di Trade Expo Indonesia 2026

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 17:15 WIB
Mendag Budi Santoso menargetkan transaksi sebesar US$17,5 miliar atau sekitar Rp313,47 triliun dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. (CNN Indonesia/ Dela Naufalia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menargetkan transaksi sebesar US$17,5 miliar atau sekitar Rp313,47 triliun (asumsi kurs Rp17.913 per dolar AS) dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang.

Pameran dagang tersebut menargetkan kehadiran 1.873 peserta pameran dan 30 ribu pengunjung.

Budi mengatakan TEI tahun ini mencatatkan 16.885 pembeli atau buyer terdaftar. Sebanyak 8.092 di antaranya merupakan pembeli dari luar negeri yang berasal dari 134 negara.

"Pada pelaksanaan TEI kali ini, kami menargetkan transaksi sebesar US$17,5 miliar dari 1.873 exhibitor dan 30 ribu pengunjung," ujar Budi dalam pembukaan TEI ke-41, Rabu (14/10).

Selain target transaksi tersebut, pemerintah menjadwalkan penandatanganan 168 nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara eksportir Indonesia dan pembeli dari 22 negara. Total nilai MoU itu mencapai US$13,2 miliar atau sekitar Rp236,45 triliun.

Budi mengatakan penjajakan dengan calon pembeli telah dilakukan sejak awal persiapan pameran melalui perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, termasuk Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan atase perdagangan.

TEI tahun ini menampilkan beragam produk, mulai dari makanan dan minuman, produk pertanian, manufaktur, fesyen, kriya, furnitur, hingga dekorasi rumah. Pameran juga menghadirkan kawasan industri untuk menarik investor.

"Produk yang kami tampilkan dalam TEI ini meliputi produk makanan, minuman, pertanian, berbagai produk manufaktur, produk fashion dan kriya, furniture dan home decor hingga kawasan industri untuk mengundang investor," ujar Budi.

Di tengah tantangan perdagangan global, Budi melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari-Agustus 2026 mencapai US$193,64 miliar atau Rp3.468,67 triliun, naik 4,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$184,89 miliar atau Rp3.311,93 triliun.

Neraca perdagangan Indonesia juga mencatatkan surplus US$7,25 miliar secara kumulatif hingga Agustus 2026.

Untuk memperluas pasar ekspor, Kemendag menjalankan tiga fokus utama, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta program dari lokal untuk global.

Pada program perluasan pasar, pemerintah terus merundingkan perjanjian dagang dengan sejumlah negara dan kawasan. Hingga saat ini, sebanyak 25 perjanjian dagang telah terimplementasi, sedangkan 13 lainnya masih dalam proses perundingan.

"Dalam rangka memperluas pasar tujuan ekspor dan selaras dengan arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), kami terus melakukan perundingan dengan berbagai negara dan kawasan," ucap Budi.

Sementara itu, program dari lokal untuk global diarahkan untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar ekspor. Fasilitasi dilakukan melalui penjajakan bisnis antara pelaku usaha dan calon pembeli luar negeri yang didukung 46 kantor ITPC dan atase perdagangan di 33 negara.

Pemerintah juga mendorong produk desa memasuki pasar ekspor serta memperluas kemitraan UMKM dengan pasar domestik. Melalui program Campuspreneur, Kemendag turut mengajarkan kewirausahaan, termasuk menjadi eksportir, kepada mahasiswa di 25 perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam rangkaian TEI, pemerintah juga memberikan Penghargaan Primaniyarta kepada eksportir dan kepala daerah yang berkontribusi terhadap kinerja ekspor nasional. Penghargaan Primaduta diberikan kepada mitra internasional, diaspora, dan kepala perwakilan yang aktif mempromosikan produk Indonesia.

Trade Expo Indonesia pertama kali digelar pada 1985, pada masa pemerintahan Presiden ke-2 Soeharto. Penyelenggaraan tahun ini menjadi edisi ke-41 pameran dagang tersebut.

(del/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK