Zulhas Minta Dubes Bawa 30 Calon Pembeli ke Trade Expo Indonesia 2026

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 17:46 WIB
Menko Zulhas meminta para duta besar (dubes) Indonesia di luar negeri membawa sedikitnya 20-30 calon pembeli ke Trade Expo Indonesia (TEI). (Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas meminta para duta besar (dubes) Indonesia di luar negeri membawa sedikitnya 20-30 calon pembeli ke Trade Expo Indonesia (TEI).

Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas pasar ekspor Indonesia, terutama ke negara-negara mitra baru di Asia Selatan dan Afrika.

Zulhas mengatakan Asia Selatan menjadi salah satu pasar yang mencatat surplus perdagangan tinggi bagi Indonesia. Sejumlah negara yang disorot antara lain Bangladesh, Pakistan, dan India.

Sementara itu, pasar Afrika dinilai memiliki potensi bagi produk Indonesia, termasuk pakaian dengan harga yang kompetitif.

"Oleh karena itu, ambassador-ambassador kita, membawa, boleh pulang ke Indonesia tapi membawa minimal berapa, 20 atau 30 klien. Jadi harus bawa klien," ujar Zulhas dalam acara pembukaan TEI ke-41, di ICE BSD, Tangerang, Rabu (14/10).

Ia mengatakan TEI selama ini menjadi salah satu ajang perdagangan untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari luar negeri. Menurut Zulhas, jumlah pengunjung biasanya mencapai 8.000-10 ribu orang, sedangkan calon pembeli asing diperkirakan sekitar 500-1.000 orang.

Zulhas juga menyinggung nilai transaksi TEI yang pernah mencapai US$22 miliar pada masa dirinya menjabat sebagai menteri perdagangan. Ia menyebut pameran tersebut telah berlangsung lebih dari 40 tahun tanpa terputus dan menjadi ajang pameran dagang terbesar di Indonesia.

Ia mengatakan perluasan pasar ke negara-negara mitra baru menjadi salah satu perkembangan dalam perdagangan Indonesia. Selain Asia Selatan dan Afrika, pemerintah juga berupaya memperluas akses ke pasar internasional lainnya.

Dalam kesempatan sama, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan perdagangan domestik maupun ekspor-impor menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pada Januari-Agustus 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai US$193,6 miliar atau tumbuh 4,74 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, neraca perdagangan mencatat surplus US$7,25 miliar.

"Capaian ini harus kita tingkatkan untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi," ujar Bahlil.

Ia mengatakan pemerintah mendorong ekspor produk bernilai tambah tinggi melalui hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam. Menurutnya, pengolahan sumber daya alam di dalam negeri diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Selain itu, Indonesia membuka kerja sama dengan negara lain dalam pengembangan investasi, transisi energi, dan teknologi digital.

Bahlil menyebut perluasan akses pasar ke Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, dan Eropa Timur perlu ditingkatkan, salah satunya melalui perjanjian perdagangan bebas.

Namun, ia mengingatkan agar perjanjian perdagangan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, melainkan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Setiap perjanjian perdagangan internasional harus konkret dan langsung berdampak pada rakyat. Jangan hanya teken-teken MoU, tapi harus bisa direalisasikan MoU tersebut," ujar Bahlil.

(del/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK