Zulhas Sebut Surplus Dagang dan NTP 131 Jadi Modal Dua Tahun Prabowo

Kemenko Pangan | CNN Indonesia
Kamis, 15 Okt 2026 13:28 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memberikan sambutan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di ICE BSD, Tangerang. (Foto: Arsip Kemenko Pangan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$7,25 miliar sepanjang Januari-Agustus 2026, sementara Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat menjadi 131 pada data terbaru tahun ini. Capaian tersebut menjadi modal bagi pemerintah memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kinerja ekspor dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Capaian itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), saat membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang. Optimisme tersebut didukung pertumbuhan ekonomi yang positif, peningkatan ekspor, serta surplus neraca perdagangan di tengah ketidakpastian global.

Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45%. Adapun nilai ekspor sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai US$193,64 miliar, meningkat 4,74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Penguatan ekspor penting untuk mendorong pertumbuhan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Di sektor pangan, kita perlu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah agar peluang perdagangan ikut dirasakan petani, nelayan, serta pelaku usaha lokal," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10).

Menurut Zulhas, TEI menjadi sarana untuk mempertemukan produk dan jasa Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara. Pameran tersebut juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kesiapan menjadi bagian dari rantai pasok global.

Pemerintah mendorong eksportir memanfaatkan perjanjian perdagangan yang telah berlaku serta memperluas akses ke pasar nontradisional, seperti Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, dan Eropa Timur. Promosi produk Indonesia juga perlu ditingkatkan melalui perwakilan Indonesia di luar negeri.

Zulhas menegaskan bahwa kerja sama perdagangan perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk mendukung hal tersebut, akses pasar perlu diimbangi dengan kemudahan prosedur ekspor dan pembiayaan, termasuk bagi pelaku usaha yang sedang berkembang agar mampu memenuhi kebutuhan pasar dan membangun hubungan dagang berkelanjutan.

Di samping memperluas pasar, pemerintah mendorong penguatan ekspor melalui hilirisasi agar sumber daya alam menghasilkan nilai tambah di dalam negeri. Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dalam pengembangan investasi, transisi energi, dan teknologi digital untuk mendukung perekonomian ke depan.

Di sektor pangan, peningkatan NTP menjadi salah satu indikator yang disoroti pemerintah. Zulhas menyebut NTP naik dari 116 pada 2024 menjadi 131 berdasarkan data terbaru tahun ini.

Peningkatan tersebut perlu dipertahankan melalui upaya meningkatkan produktivitas dan nilai tambah di sektor pertanian, sekaligus memperkuat kesejahteraan nelayan.

"Berdasarkan capaian sampai dengan hari ini serta visi pemerintah ke depan, kita optimistis perdagangan dan investasi akan meningkat, dan perekonomian Indonesia semakin berkembang," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga menyampaikan selamat kepada eksportir penerima penghargaan Primaniyarta, pembeli penerima Primaduta, serta kepala daerah dan kepala perwakilan yang berkontribusi dalam mendorong ekspor Indonesia.

Ia berharap para peserta TEI menawarkan produk terbaik, memberikan layanan yang responsif, dan memastikan kesiapan produksi agar peluang transaksi dapat berkembang menjadi kerja sama jangka panjang.

(rir)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK