Mendag Pastikan Karhutla Belum Ganggu Distribusi Bahan Pokok

CNN Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026 15:15 WIB
Mendag Budi Santoso belum menerima laporan gangguan distribusi bahan pokok akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. (CNN Indonesia/Dela Naufalia Fitriyani).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso belum menerima laporan gangguan distribusi bahan pokok akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.

Ia menyebut pasokan masih tersedia dan harga kebutuhan pokok relatif stabil berdasarkan pemantauan yang dilakukan Kemendag.

"Sampai sekarang belum ada. Kita terus komunikasi, kemarin juga beberapa nanya, kami komunikasi dengan dinas, terutama mengenai kebutuhan pokok. Harganya saya lihat juga relatif stabil," ujar Budi ICE BSD, Tangerang, Kamis (15/10).

Budi mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas terkait di daerah, peritel, dan distributor untuk memastikan kondisi pasokan.

Koordinasi itu dilakukan guna mengetahui apakah karhutla maupun bencana lain berdampak pada penyaluran barang ke pasar, termasuk perubahan harga dan ketersediaan bahan pokok.

Ia juga menyatakan belum menerima laporan keluhan pedagang terkait gangguan distribusi maupun penurunan aktivitas pembelian akibat karhutla.

"Belum, belum ada (pedagang mengeluh sepi pembeli). Enggak. Jadi, insyaallah distribusinya bagus, ketersediaan bahan pokoknya ada, harga relatif stabil," ujarnya.

Menurut Budi, pemantauan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, bukan hanya daerah yang terdampak karhutla.

Kemendag menggunakan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk memantau perkembangan harga dan kondisi barang di pasar sebagai salah satu indikator untuk melihat kelancaran distribusi.

"Semua, semua kita pantau. Kan SP2KP itu sebenarnya bisa memberi gambaran produk, harga, dari situ ketahuan distribusinya seperti apa dan sebagainya," ucap Budi.

Di sisi lain, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mulai menghimpun data mengenai dampak kabut asap karhutla terhadap aktivitas pedagang.

Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan mengatakan sejumlah pedagang di Palangka Raya dan Banjarmasin dilaporkan menutup kios atau lapak karena kondisi asap yang menghambat aktivitas di luar ruangan.

Reynaldi mengatakan pembatasan aktivitas di ruang publik, termasuk pasar, selama hampir dua pekan terakhir turut menekan omzet pedagang.

Berdasarkan pendataan awal IKAPPI, penurunan omzet diperkirakan mencapai 60 hingga 65 persen.

"Pembatasan ini membuat omzet pedagang itu turun hampir 60 sampai 65 persen," ujar Reynaldi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (15/10).

Ia juga menyoroti tingginya harga sejumlah bahan pangan di wilayah Kalimantan.

Menurut Reynaldi, harga cabai telah menembus Rp100 ribu per kilogram, sementara sejumlah komoditas pangan lainnya juga mengalami kenaikan.

Namun, IKAPPI masih mengumpulkan data untuk memastikan kondisi di setiap kota dan kabupaten yang terdampak.

"Kepungan asap ini membuat pedagang hampir semuanya terdampak. Kami masih mendata berapa yang tetap bertahan berjualan dan berapa yang sudah tidak bisa lagi melakukan aktivitas berdagang di pasar," ucap Reynaldi lebih lanjut.

Ia menambahkan data mengenai jumlah pedagang yang terdampak di setiap daerah masih dihimpun sehingga besaran dampak karhutla terhadap aktivitas perdagangan belum dapat dipastikan secara menyeluruh.

(del/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK