Manajer Kopdes Jadi Pegawai Koperasi usai Kontrak PKWT 2 Tahun Habis

CNN Indonesia
Sabtu, 17 Okt 2026 10:10 WIB
Kemenkop menyatakan manajer Kopdes Merah Putih akan beralih status menjadi pegawai koperasi setelah masa kontrak PKWT dua tahun berakhir. (CNN Indonesia/Laurent Nabila Zahra Tanjung).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyatakan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) akan beralih status menjadi pegawai koperasi setelah masa kontrak dua tahun sebagai pegawai dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) berakhir.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari mengatakan masa kontrak tersebut menjadi periode bagi para manajer untuk membangun dan mengembangkan usaha koperasi.

Selama tahap awal, pemerintah memfasilitasi pembayaran gaji agar manajer dapat berfokus pada operasional dan pengembangan bisnis.

"Ya, jadi pegawai koperasi," ujar Destry dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (16/10).

Destry menjelaskan setelah memasuki bulan ke-25 atau setelah kontrak dua tahun berakhir, koperasi diharapkan telah mandiri dan mampu membayar gaji pegawainya sendiri.

"Bulan ke-25 itu kan seharusnya koperasi sudah bisa beroperasi dengan membayar gaji-gaji ini sendiri kan dia sebagai badan usaha itu kan dia harus melakukan itu," katanya.

Untuk mencapai kemandirian tersebut, para manajer memiliki sejumlah target kinerja. Target itu mencakup pencapaian transaksi penjualan, perluasan jumlah anggota koperasi dari masyarakat desa, serta konsolidasi produk-produk unggulan dan potensi lokal.

Destry mengatakan para manajer juga perlu menghitung target transaksi yang harus dicapai agar koperasi mampu membayar penghasilan mereka secara mandiri, setidaknya setara dengan gaji yang sebelumnya dibayarkan melalui pemerintah dan Agrinas Pangan Nusantara.

"Akhirnya transaksinya minimal harus berapa ya supaya gajiku minimal didapat seperti yang dibayar sama negara melalui Agrinas," jelasnya.

Destry optimistis target tersebut dapat tercapai. Ia mencontohkan sejumlah koperasi yang telah beroperasi mulai mencatat transaksi harian dari aktivitas toko, meskipun seluruh potensi usaha koperasi belum berjalan.

"Kemarin itu ada yang transaksinya itu sudah satu hari Rp1 juta, yang kita datang ya, satu hari itu transaksi tokonya doang loh, belum jalan semua tuh yang potensi desa, yang dari jualan barang subsidi itu tadi aja sudah ada yang Rp1 juta," pungkasnya.

(lau/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK