REKOMENDASI SAHAM

Deret Saham Berpotensi Cuan usai IHSG Anjlok Imbas Pengumuman MSCI

Dela Naufalia Fitriyani | CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 06:40 WIB
IHSG diprediksi menguat terbatas sepekan ke depan. Masih dibayangi pengumuman MSCI, analisis merekomendasikan beberapa saham untuk dikoleksi. (Foto: CNNIndonesia/Adi ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 678,67 poin atau 11,57 persen di level 5.185 pada Jumat (16/10) silam.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp32,01 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 68,61 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham melemah selama empat hari. Tak heran, performa indeks tercatat anjlok hingga 14,91 persen sepanjang pekan kemarin.

Senada, P H Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Valentina Simon mengatakan selama periode tanggal 12 sampai dengan 16 Oktober 2026 perdagangan saham ditutup negatif.

Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami penurunan sebesar 14,43 persen dari Rp10.701 triliun menjadi Rp9.157 triliun pada pekan lalu. Kemudian, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 5,22 persen dari 46,533 miliar menjadi 44,102 miliar lembar saham.

Lalu, rata-rata nilai transaksi harian turut menurun sebesar 0,07 persen dari Rp16,23 triliun menjadi Rp16,21 triliun.

Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami peningkatan 2,46 persen dari 1,67 juta kali transaksi menjadi 1,72 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp3,34 triliun dan sepanjang tahun 2026 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp88,19 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (16/10).

Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan indeks saham berpeluang menguat terbatas pada perdagangan sepekan ke depan. Ia memperkirakan IHSG bergerak dengan level support 4.962 dan resistance 5.607.

Dari sisi sentimen, investor akan mencermati respons pasar terhadap proposal MSCI serta hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

BI diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen, tetapi keputusan dan arahan kebijakan selanjutnya tetap menjadi perhatian pelaku pasar.

"Sentimen yang akan dicermati antara lain respons pasar terhadap proposal MSCI dan RDG BI, yang diperkirakan masih mempertahankan suku bunga di level 5,75 persen," kata Herditya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (18/10).

Selain itu, investor akan mencermati pertumbuhan ekonomi China. Jika produk domestik bruto (PDB) China menguat, kondisi tersebut berpotensi memberikan sentimen positif bagi sektor komoditas Indonesia. Pergerakan arus dana asing (foreign flow) juga tetap menjadi perhatian, terutama di tengah perkembangan terkait MSCI.

Berdasarkan analisis teknikal, Herditya pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Astra International Tbk atau ASII yang ditutup di posisi 4.190 pada pekan lalu. Herditya memproyeksi ASII dapat menyentuh level 4.420 pada pekan ini.

Kedua, saham PT Vale Indonesia Tbk atau INCO yang ditutup di level 3.450 pekan lalu. Herditya memproyeksi INCO dapat menyentuh level 4.190 pada pekan ini.

Ketiga, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau TLKM yang ditutup di posisi 1.900 pekan lalu. Herditya memproyeksikan TLKM dapat menyentuh level 2.100 pada pekan ini.

Senada, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta melihat investor selain hasil RDG BI, pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi China dan arus dana asing.

"Pasar akan mencermati respons terhadap proposal MSCI dan hasil RDG BI yang diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen. Selain itu, pertumbuhan ekonomi China dan pergerakan arus dana asing juga akan menjadi sentimen yang memengaruhi IHSG," kata Nafan.

Jika PDB China menguat, kondisi tersebut berpotensi memberikan sentimen positif bagi sektor komoditas Indonesia. Sementara itu, pergerakan arus dana asing (foreign flow) tetap perlu dicermati di tengah perkembangan terkait MSCI.

Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Nafan pun merekomendasikan saham ANTM, BRIS, dan WINS untuk pekan ini.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

(pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK