Rupiah Bangkit Tipis ke Rp18.025 per Dolar AS Senin Pagi
Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.025 per dolar AS pada perdagangan Senin (19/10) pagi. Mata uang Garuda menguat 2 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,04 persen, ringgit Malaysia naik 0,02 persen, yen Jepang terapresiasi 0,01 persen, won Korea Selatan menguat 0,13 persen, dan dolar Hong Kong naik 0,01 persen.
Sementara itu, peso Filipina melemah 0,18 persen dan dolar Singapura turun 0,03 persen.
Adapun pergerakan mata uang negara maju juga bervariasi. Poundsterling Inggris menguat 0,03 persen, dolar Australia naik 0,31 persen, dan dolar Kanada terapresiasi 0,15 persen.
Lihat Juga : |
Sebaliknya, euro melemah 0,07 persen dan franc Swiss turun 0,01 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih akan menghadapi tekanan dari faktor domestik maupun eksternal.
Meski demikian, sanksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta proses dengar pendapat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai berpotensi membantu memulihkan kepercayaan pasar.
"Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan internal maupun eksternal, walau sanksi OJK serta hearing BEI mungkin dapat membantu memulihkan kepercayaan pasar," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Di sisi eksternal, eskalasi konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina yang kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia berpotensi menambah tekanan terhadap rupiah.
"Namun, eskalasi di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina kembali melonjakan harga minyak dunia, yang kembali menekan rupiah," katanya.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
(lau/pta)