Menko Zulhas Ungkap Bukti Kesejahteraan Petani Naik
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut kesejahteraan petani Indonesia semakin meningkat.
Hal ini ia sampaikan melalui keynote speech dalam acara Agrifood Forum 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (19/10).
"Petani kita sudah lumayan. Dia bisa makan yang bergizi. Dia sudah bisa belikan pakaian anak-anaknya. Dia sudah bisa menyekolahkan anak-anaknya dengan bagus. Bahkan, dia sudah bisa ngangsur motor," ungkap Zulkifli.
Menurut Zulkifli, kondisi ini sebelumnya belum diperoleh para petani. Kebijakan yang berfokus pada impor, ia sebut menguntungkan petani luar yang berasal dari lokasi impor tersebut. Sementara, petani dan produsen lokal justru menjadi tidak produktif dan miskin.
"Oleh karena itu, saya ambil contoh petani padi [dan] jagung pada tahun 2024, nilai tukarnya 116. 116 itu bisa makan, tapi tidak bisa menyekolahkan anaknya dengan baik," ujarnya.
Namun, kondisi tersebut berubah dengan adanya kebijakan yang berpihak dari Presiden RI Prabowo Subianto. Zulkifli menyebut kebijakan terkait swasembada pangan yang didorong Prabowo pada akhirnya dapat tercapai pada 2025 sehingga Indonesia tak perlu mengimpor beras dan jagung.
Zulhas juga menyebut kesejahteraan petani meningkat tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2026, nilai tukar petani mencapai 131,11.
"Korelasi terhadap kesejahteraan petani, nilai tukar naik sekarang 131. Dari 116 sekarang 131, artinya petani kita sudah lumayan," kata Zulkifli.
Dengan adanya kesejahteraan yang meningkat, akhirnya para petani ini mampu membiayai kebutuhan sehari-hari mereka dan keluarga.
(mou/har)