Wamentan Saleh Bongkar Alasan RI Hobi Impor Bawang Putih
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Saleh Mustafa mengungkap alasan Indonesia masih bergantung pada impor bawang putih untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Saleh menjelaskan Indonesia masih impor bawang putih karena pengawasan terhadap kegiatan importasinya masih belum ketat. Padahal, Indonesia pada 1991-1995 pernah swasembada bawang putih. Namun, sejak tahun itu angka produksinya terus turun, sedangkan impornya naik.
"Bawang putih ini pernah kita berjaya pada tahun 1991 sampai 95. Itu kebutuhan bawang putih kita swasembada, nah tiba-tiba menurun, jadi importir," ujar Saleh dalam acara Agrifood Forum 2026 yang digelar CNN Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (19/10).
Adapun dalam peraturan yang berlaku, importir bawang putih juga diwajibkan meningkatkan produksi dalam negeri melalui penyediaan lahan. Dengan demikian, importir tidak hanya melakukan impor, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan produksi bawang putih nasional.
Lihat Juga :AGRIFOOD FORUM 2026 Zulhas Kejar Swasembada Daging dan Susu, Manfaatkan Kebun Sawit |
Sayangnya, Saleh mengatakan para importir tidak pernah menjalankan kewajiban tersebut. Akibatnya, target menekan kuota impor setiap tahun melalui penyediaan lahan dan peningkatan produksi dalam negeri tidak terealisasi.
"Emang aturan mainnya sudah ada ini butuh pengawalan ketat. Misalnya, importir bawang ketika mendapatkan kuota harus memiliki lahan sekian. Nah, ini tidak pernah diikuti (dan) diawasi perkembangannya," ujar Saleh.
"Harusnya lompatannya begitu tahun berikutnya dapat kuota, sudah harus berkurang kuotanya karena sudah produksi dalam negeri. Nah, mekanisme ini yang saya kira perlu pembenahan," lanjutnya.
CNN Indonesia menggelar Agrifood Forum 2026 bertajuk "Swasembada Protein & Peluang Pangan Global" hari ini, Senin (19/10) di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan.
Forum ini menghadirkan sejumlah menteri, pejabat pemerintah, dan pimpinan BUMN untuk membahas penguatan swasembada protein, ketahanan pangan, serta peluang meningkatkan daya saing industri pangan Indonesia di pasar global.
Rangkaian acara berlangsung dalam tiga sesi utama. Sesi pertama bertajuk "Protein untuk Indonesia", dilanjutkan keynote speech dan diskusi bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan, serta panel ketiga bertajuk "Dari Swasembada ke Daya Saing Pangan".
Melalui Agrifood Forum 2026,CNN Indonesia menghadirkan ruang dialog lintas sektor untuk membahas strategi memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus mendorong industri pangan Indonesia semakin kompetitif di pasar global.
(dhz/ins)