AGRIFOOD FORUM 2026

PTPN Beber 80 Persen Produksi Gulanya Berasal dari Petani Rakyat

CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 15:23 WIB
PTPN III menyatakan 70-80 persen produksi gula berasal dari petani rakyat. Kemitraan ini penting untuk ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan petani. (FOTO:Tangkapan Layar Youtube CNN Indonesia TV).
Jakarta, CNN Indonesia --

Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III) menyebut sekitar 70-80 persen produksi gula perusahaan berasal dari petani rakyat. Kontribusi tersebut menunjukkan peran penting petani dalam mendukung produksi gula perusahaan sekaligus upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama holding Perkebunan Nusantara (PTPN III) Denaldy Mulino Mauna mengatakan kemitraan dengan petani menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan usaha perusahaan, termasuk pada komoditas tebu.

"Kalau untuk gula, 70-80 persen produksi gula kami itu berasal dari petani rakyat," kata Denaldy dalam CNN Indonesia Agrifood Forum 2026, Senin (19/10).

Denaldy menyebut PTPN berkontribusi sekitar 45 persen terhadap kebutuhan gula nasional pada tahun lalu, dengan produksi sekitar 1,2 juta ton. Perusahaan memperkirakan produksinya meningkat menjadi sekitar 1,3 juta ton pada tahun ini.

Menurut Denaldy, keterlibatan petani rakyat juga menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan produktivitas perkebunan dan pendapatan petani. PTPN menilai penguatan kemitraan perlu dilakukan agar petani dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari kegiatan produksi.

Denaldy mengatakan peningkatan produktivitas tebu dapat memberikan dampak langsung terhadap pendapatan petani. Ia mencontohkan, tambahan produksi gula sebesar satu ton per hektare berpotensi meningkatkan pendapatan petani hingga hampir Rp11 juta per hektare.

Selain melalui kemitraan di sektor gula, PTPN juga menjalankan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit milik petani. Denaldy menyebut luas kebun yang telah masuk dalam program tersebut mencapai sekitar 62 ribu hektare, dengan target peningkatan hingga sekitar 110 ribu hektare pada periode berikutnya.

"Kita juga punya program khusus di kelapa sawit namanya Peremajaan Sawit Rakyat yang saat ini sudah ada 62 ribu dan kita memiliki target sampai tahun berikutnya di sekitar 110 ribu," ujarnya.

Di sektor tebu, PTPN juga mengembangkan ekosistem digital melalui platform Etera. Platform tersebut dirancang untuk menghubungkan petani dengan akses bibit, pembiayaan perbankan, serta pasar sehingga kebutuhan produksi dan pemasaran hasil panen dapat terintegrasi.

Denaldy mengatakan dukungan terhadap petani tidak cukup hanya melalui peningkatan produksi, tetapi juga perlu mencakup akses terhadap pembiayaan dan kepastian pasar. Dengan dukungan tersebut, petani diharapkan dapat menjalankan usaha perkebunan secara lebih produktif dan memperoleh hasil yang lebih baik.

"Buat tebu kita juga menyiapkan sebuah ekosistem namanya Etera yaitu sebuah ekosistem berbasis platform digital. Di situ mereka bisa memberikan akses mulai dari benihnya, akses perbankannya dan juga akses pasarnya," pungkas Denaldy.

CNN Indonesia menggelar Agrifood Forum 2026 bertajuk "Swasembada Protein & Peluang Pangan Global" hari ini, Senin (19/10) di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan.

Forum ini menghadirkan sejumlah menteri, pejabat pemerintah, dan pimpinan BUMN untuk membahas penguatan swasembada protein, ketahanan pangan, serta peluang meningkatkan daya saing industri pangan Indonesia di pasar global.

Rangkaian acara berlangsung dalam tiga sesi utama. Sesi pertama bertajuk "Protein untuk Indonesia", dilanjutkan keynote speech dan diskusi bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan, serta panel ketiga bertajuk "Dari Swasembada ke Daya Saing Pangan".

Melalui Agrifood Forum 2026,CNN Indonesia menghadirkan ruang dialog lintas sektor untuk membahas strategi memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus mendorong industri pangan Indonesia semakin kompetitif di pasar global.

(lau/ins)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Laporan Langsung Agrifood Forum 2026

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK