BGN Uji Coba CCTV Berbasis AI di 70 Dapur MBG

CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2026 03:45 WIB
BGN tengah menguji coba integrasi CCTV berbasis kecerdasan buatan (AI) di sekitar 70 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi alias dapur makan bergizi gratis (MBG). (CNN Indonesia/ Dela Naufalia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menguji coba integrasi kamera pengawas (CCTV) berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di sekitar 70 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur makan bergizi gratis (MBG).

Hal ini untuk memperketat pengawasan pelaksanaan program unggulan pemerintah itu.

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono mengatakan integrasi CCTV dilakukan untuk memantau kepatuhan dapur terhadap standar operasional prosedur (SOP), mulai dari pengelolaan dan persiapan makanan hingga pencucian ompreng.

"Kami berusaha mengintegrasi CCTV. Semua dapur itu sudah punya CCTV, hanya CCTV-nya belum dikonsumsi oleh internal dari dapur itu, sehingga kami sedang piloting, ada sekitar 70-an dapur," ujar Sudaryono dalam paparannya di Kementerian Koordinator Bidang Pangan Jakarta, Senin (19/10).

Ia menjelaskan rekaman CCTV akan dihubungkan ke pusat dan dilengkapi teknologi AI untuk membantu memantau pelaksanaan SOP di dapur MBG.

Pemantauan tersebut juga mencakup perilaku karyawan saat bekerja, termasuk memastikan proses persiapan makanan dilakukan di tempat yang semestinya.

Dengan sistem ini, BGN berharap dapat mengidentifikasi pelanggaran SOP dan melakukan perbaikan.

Sudaryono juga mengatakan BGN berupaya memanfaatkan CCTV yang telah tersedia di masing-masing dapur sehingga tidak perlu melakukan pengadaan perangkat baru dalam skala besar.

"Kami berusaha bagaimana mengkoneksikan saja, jadi CCTV yang sudah ada di setiap dapur itu kemudian bagaimana kita koneksikan saja," ujarnya setelah rapat koordinasi.

Sudaryono mengatakan akses terhadap rekaman CCTV dapur MBG berpotensi dibuka kepada publik secara terbatas. Namun, rencana tersebut masih perlu mempertimbangkan aspek keamanan.

Ia menilai akses yang diberikan kepada pihak tertentu dapat membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan program MBG.

"Makanya kami berharap akses bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu, misalnya kepala sekolah, guru, atau orang tua siswa," ujar Sudaryono.

Menurut Sudaryono, pembatasan akses diperlukan agar informasi mengenai kondisi dan tata letak dapur tidak dapat dilihat secara bebas oleh semua orang.

Meski demikian, ia menyatakan mendukung keterbukaan informasi dan pelibatan masyarakat dalam pengawasan program tersebut.

"Saya sangat mendukung. Intinya kami ingin buka selebar mungkin bagaimana partisipasi publik itu bisa ikut mengawasi MBG," ujarnya.

Lebih lanjut, BGN juga menyediakan layanan Radar MBG yang memungkinkan masyarakat mengetahui menu harian, kandungan gizi, dan SPPG yang memasak makanan berdasarkan nama sekolah.

Dengan integrasi CCTV, pemerintah berharap dapat melengkapi pengawasan tersebut, khususnya terkait kepatuhan terhadap SOP dan kualitas pelaksanaan program MBG.

(lil/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK