Kemenko Pangan Ungkap Potensi Daging Kambing dan Domba di TEI 2026

Kemenko Pangan | CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 19:02 WIB
(Foto: Arsip Kemenko Pangan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) mendukung ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan peternak rakyat dengan menggelar Dialog Interaktif Daging Kambing dan Domba Nusantara di Anjungan Kemenko Pangan dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI), sebagai sarana edukasi dan diseminasi informasi mengenai penguatan pemasaran hasil peternakan kambing dan domba.

Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Peternakan, Harimurti, menyatakan bahwa penguatan pemasaran daging domba dan kambing menjadi isu strategis karena Indonesia telah mencapai swasembada untuk kedua komoditas tersebut, sejalan dengan data Kementerian Pertanian (Kementan).

Kementan mencatat, kebutuhan daging domba dan kambing nasional dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri, dengan impor kurang dari 10 persen kebutuhan nasional dan dibatasi untuk produk dengan kualitas tertentu.

Kondisi ini turut didukung oleh populasi kambing nasional yang telah mencapai lebih dari 15,4 juta ekor dan populasi domba sekitar 9,15 juta ekor.
Capaian tersebut mencerminkan peran penting peternak rakyat dalam penyediaan protein hewani nasional.

Diskusi itu mengungkapkan bahwa sektor peternakan kambing dan domba bertumpu pada peternak rakyat sebagai tulang punggung produksi. Selain memiliki akar budaya yang kuat untuk kebutuhan kurban dan akikah, komoditas ini juga menjadi bahan baku utama ragam kuliner di industri hotel, restoran, dan kafe (horeka).

Di anjungan Kemenko Pangan, Penelaah Teknis Kebijakan, Ikka FM Kennedy memandu dialog interaktif yang membahas perkembangan industri kambing dan domba nasional, ragam kuliner Nusantara, serta peluang ekspansi pasar domestik dan internasional.

Ikka Kennedy mengatakan, keberhasilan swasembada pada komoditas kambing dan domba menjadi modal peningkatan daya saing dan perluasan pasar dalam upaya mendorong kesejahteraan peternak.

"Keberhasilan memenuhi kebutuhan daging kambing dan domba dari produksi nasional menunjukkan bahwa peternak Indonesia memiliki kapasitas yang kuat untuk mendukung ketahanan pangan," katanya.

"Tantangan ke depan adalah bagaimana meningkatkan produktivitas, kualitas, dan nilai tambah agar komoditas ini semakin kompetitif dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi peternak," tambah Ikka.

Pada skala rumah tangga, penyerapan produk daging kambing dan domba sendiri masih terbuka lebar. Saat ini, daging domba dan kambing belum banyak hadir di pasar retail sebagai alternatif protein hewani.

Untuk itu, Kemenko Pangan terus mendorong penguatan kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi, lembaga keuangan, dan peternak guna meningkatkan efisiensi rantai pasok, akses pembiayaan, penerapan teknologi budidaya, serta perluasan akses pasar.

Melalui diskusi ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal keunggulan daging kambing dan domba lokal, sehingga mendorong konsumsi serta mendukung pengembangan produk peternakan nasional.

Trade Expo Indonesia merupakan pameran perdagangan internasional terbesar di Indonesia yang menjadi wadah promosi produk unggulan nasional untuk pasar global.

Partisipasi Kemenko Pangan dalam ajang ini bertujuan memperluas diseminasi kebijakan dan memperkenalkan berbagai capaian usaha pangan, pertanian, dan peternakan, khususnya produk yang telah swasembada.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK