Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.022 per dolar AS pada perdagangan Rabu (21/10) sore. Mata uang Garuda melemah 30 poin atau 0,17 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah terjadi sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang kawasan Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China melemah 0,04 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,04 persen, dolar Singapura turun 0,01 persen, dan yen Jepang naik 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, won Korea Selatan menguat 0,18 persen, peso Filipina terdepresiasi 0,43 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,02 persen terhadap dolar AS.
Senada, mayoritas mata uang utama negara maju juga bervariasi terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,11 persen, poundsterling Inggris menguat 0,09 persen, dolar Australia terapresiasi 0,33 persen, dolar Kanada naik 0,04 persen, dan franc Swiss melemah 0,01 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah terhadap dolar AS sebagai respons langkah Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen.
Kendati demikian, tekanan yang mereda di pasar ekuitas sedikit menahan pelemahan rupiah tersebut.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS merespons langkah BI yang mempertahankan tingkat suku bunga, hanya menaikkan deposit rate. Tekanan yang mereda di pasar ekuitas sedikit banyak menahan perlemahan lebih lanjut," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Rabu (21/10).
(fln/sfr)