Pemerintah Perkuat SDM, Pariwisata, dan UMKM untuk Pertumbuhan Ekonomi

Kemenko Perekonomian | CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 16:08 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Kemenko Perekonomian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang genap berusia dua tahun pada 20 Oktober 2026 terus memperkuat produktivitas ekonomi nasional. Langkah ini ditempuh melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan pariwisata, dan perluasan akses pembiayaan UMKM.

Pemerintah mempercepat berbagai program strategis untuk memperluas kesempatan masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan. Program tersebut mencakup pemagangan, pelatihan vokasi, pengembangan pariwisata, hingga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Penguatan SDM dilakukan melalui Program Pemagangan Nasional bagi Lulusan Perguruan Tinggi yang meluncur pada Oktober 2025 dengan target awal 100.000 peserta. Program ini menjembatani kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, BUMN, serta instansi pemerintah.

Peserta program pemagangan memperoleh fasilitas berupa uang saku setara upah minimum dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Langkah ini hadir untuk menjawab tantangan lulusan baru yang membutuhkan pengalaman kerja profesional.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengatakan program pemagangan nasional bagi lulusan perguruan tinggi dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja.

"Karena biasanya lowongan pekerjaan ini diisi oleh lulusan yang tidak kerja atau secondary. Lulusan primary atau yang baru lulus pertama, jika melamar pekerjaan pasti pertanyaan pertamanya adalah mengenai pengalaman kerja. Nah, inilah yang dijembatani dengan program magang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10).

Program Magang Nasional tahap II pada 2026 ditargetkan menjangkau 150.000 lulusan baru dengan dukungan anggaran Rp4,14 triliun. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran pelatihan vokasi sebesar Rp2,12 triliun bagi 220.000 lulusan SMK dan 50.000 pekerja terdampak PHK.

Secara keseluruhan, Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 menargetkan 340.000 peserta, termasuk tambahan 270.000 peserta dari stimulus ekonomi semester II. Hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 89.337 peserta telah mengikuti pelatihan vokasi tersebut.

Haryo menuturkan bahwa ke depan seluruh fasilitas milik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan industri harus dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, pengembangan sektor pariwisata menjadi bagian penting untuk memperluas aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Sektor ini terhubung langsung dengan bisnis transportasi, akomodasi, kuliner, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro setempat.

Sepanjang 2025, Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara. Sektor ini menyumbang devisa USD18,28 miliar, mendukung 25,91 juta tenaga kerja, dan berkontribusi 3,97 persen terhadap PDB.

Tren positif pariwisata berlanjut pada Januari hingga Agustus 2026 dengan pencapaian 10,58 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta dan devisa semester I tercatat USD8,43 miliar.

"Kita harus kejar pariwisata itu sebagai low hanging fruit. Dan itu juga penghasil devisa yang besar. Jadi seperti untuk mendukung pembelian di dalam negeri mari kita dorong juga sektor pariwisata," imbuh Haryo

Pengembangan pariwisata terus diiringi peningkatan kualitas destinasi, konektivitas, kompetensi SDM, serta keterlibatan masyarakat lokal. Langkah ini bertujuan agar peningkatan kunjungan wisatawan memberikan dampak langsung dan memperluas manfaat ekonomi daerah.

Di samping pariwisata, pemerintah memperkuat akses permodalan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah melalui penyaluran KUR. Program pembiayaan ini diarahkan untuk mendukung modal usaha produktif agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.

"KUR tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tapi benar-benar mendorong usaha produktif untuk tumbuh dan naik kelas," tegas Haryo.

Hingga 23 September 2026, penyaluran KUR telah mencapai Rp232,66 triliun dan menjangkau 3,61 juta debitur. Program pembiayaan ini turut mendukung keberlangsungan sekitar 10,83 juta tenaga kerja di berbagai daerah.

Sinergi antara penguatan SDM, pengembangan pariwisata, dan perluasan KUR menjadi modal optimisme pertumbuhan ekonomi nasional. Kesinambungan program-program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, daya saing usaha, serta kesejahteraan masyarakat secara luas.

(rir)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK