Bahlil Resmikan Operasional Sumur Gas Jangkrik dan Lapangan Maha

CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 20:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meresmikan penerimaan Sumur Gas Jangkrik North East (JNE) #6 dan Fasilitas Produksi Lapangan Maha - South di Kalimantan
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meresmikan penerimaan Sumur Gas Jangkrik North East (JNE) #6 dan Fasilitas Produksi Lapangan Maha - South di Kalimantan Timur. Dok. Istimewa.
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meresmikan penerimaan Sumur Gas Jangkrik North East (JNE) #6 dan Fasilitas Produksi Lapangan Maha - South di Kalimantan Timur.

Dalam peresmian itu, Bahlil memberikan apresiasi kepada Searah, perusahaan joint venture (JV) antara Eni dan Petronas yang menggarap kedua proyek ini.

"Searah ini adalah perusahaan awalnya ini punya ENI. Kemudian mereka melakukan JV dengan Petronas dalam melakukan pengembangan, eksplorasi, maupun meningkatkan produksi di ladang-ladang Indonesia," ujar Bahlil saat meresmikan yang ditayangkan secara daring melalui kanal YouTube Kementerian ESDM pada Kamis (22/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengeboran cabang baru (side-tracking) sumur JNE#6 menunjukkan hasil signifikan sejak 9 Oktober 2026.

Produksi gas tercatat melonjak lebih dari lima kali lipat, dari sekitar 10 MMSCFD menjadi 56 MMSCFD. Keberhasilan ini turut menambah cadangan gas awal di tempat (Gas In-Place/GIIP) sekitar 100 BCF.

Bahlil mengatakan ada penambahan 60 MMSCFD dan dari Blok Maha sekitar 230 MMSCFD sehingga totalnya kurang lebih sekitar 290 MMSCFD.

"Dengan demikian, produksi existing mereka yang saat ini sebesar 450 MMSCFD ditambah 290 MMSCFD, maka pada 1 November mendatang sudah bisa mencapai 750 MMSCFD," ujar Bahlil.

Bahlil menilai penambahan ini sangat krusial untuk mendongkrak rata-rata angka lifting nasional yang saat ini masih berada di kisaran 600 ribu barel per hari.

Langkah ini juga sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto untuk menggenjot besaran lifting hingga mencapai 900 ribu sampai 1 juta barel per hari pada periode 2029-2030.

"Target dari Bapak Presiden untuk mencapai 900 ribu barel sampai dengan 1 juta barel di tahun 2029-2030, salah satu kontribusinya adalah dari Eni di Kalimantan," ujar Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil menambahkan fasilitas produksi Lapangan Maha yang menelan investasi sekitar US$891 juta ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Oktober 2026.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/sfr)