SKK Migas Umbar Proyek LNG Abadi Masela Sedot Investasi Nyaris Rp400 T

CNN Indonesia
Selasa, 27 Okt 2026 19:49 WIB
Proyek LNG Abadi Masela dengan investasi US$22 miliar diklaim sebagaia proyek terbesar di Indonesia. FEED rampung lebih cepat, target produksi 1.380 MMSCFD. (FOTO:CNN Indonesia/ Endrapta Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengklaim proyek LNG Abadi Masela saat ini menjadi proyek terbesar di Indonesia, dengan nilai investasi US$22 miliar atau sekitar Rp399,43 triliun (kurs Rp18.156 per dolar AS).

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan proyek ini memiliki target produksi sebesar 1.380 MMSCFD.

"Proyek LNG Abadi Masela merupakan proyek terbesar di Indonesia dengan nilai investasi sekitar US$22 miliar," kata Djoko dalam acara FEED Completion Ceremony INPEX di Hotel The Ritz-Carlton Jakarta Selatan, Selasa (27/10).

Hingga Selasa (27/10), Front End Engineering Design (FEED) proyek Abadi Masela telah rampung tiga bulan lebih cepat dari target. FEED adalah tahap perancangan teknik untuk merumuskan dasar desain, spesifikasi, serta kebutuhan teknis proyek. Hasil pekerjaan ini menjadi acuan penting dalam mempersiapkan pengembangan fasilitas LNG Abadi.

Awalnya, Inpex menargetkan penyelesaian tahapan FEED beres akhir tahun ini. Namun, setelah serangkaian rapat, tahapan itu dapat rampung tiga bulan lebih cepat.

"Mudah-mudahan FID (Final Investment Decision) juga segera, kalau bisa akhir tahun ini atau paling telat Januari 2027," ujar Djoko.

Kualitas FEED tersebut turut diperkuat melalui penelaahan desain independen (independent design review) yang melibatkan ratusan pakar di bidangnya.

Kerja sama ini menggandeng lebih dari 200 profesor dan doktor dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Pattimura (Unpatti).

Para akademisi tersebut bertindak sebagai penelaah independen untuk membantu mengkaji serta memberikan masukan teknis terhadap dokumen rancangan FEED Proyek LNG Abadi Masela.

(dhz/ins)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK