Pengusaha Perhiasan Temui Menperin Sarmuji, Bawa Kabar Baik soal Emas
Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) menemui Menteri Perindustrian (Menperin) Sarmuji di kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Rabu (28/10).
Wakil Ketua APPI Arief Budiman membawa kabar baik mengenai beberapa kebijakan terkait industri emas.
Pertama, APPI melaporkan keberhasilan program pemerintah dalam memberlakukan bea keluar untuk emas mentah yang merupakan bahan baku utama perhiasan.
"Ini sangat mendukung produsen perhiasan Indonesia untuk melakukan ekspor perhiasan dan kita pun akan sangat kompetitif, terutama untuk perhiasan barang jadi," ujar Arief usai pertemuan tersebut.
Ia berharap pemberlakuan bea keluar ini terus berlanjut, sehingga hilirisasi di Indonesia dapat tercapai dengan hasil tambang diolah oleh pengusaha domestik menjadi barang jadi, bukan lagi diekspor dalam bentuk mentah.
Selain bea keluar, Arief melaporkan program bullion bank saat ini berjalan luar biasa dengan ekosistem dan rantai pasok yang sudah terbentuk. Menurut dia, kondisi ini membuka peluang besar bagi bangsa Indonesia ke depannya.
Bank emas (bullion bank) berfungsi untuk menyimpan dan memperdagangkan komoditas emas yang banyak ditambang di Indonesia.
Meskipun baru beroperasi satu tahun, dua motor ekosistem bank emas, yakni Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Pegadaian, sudah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun.
"Ini semua berkat dukungan dari Kementerian Perindustrian, dalam hal ini Dirjen IKMA. Beliau luar biasa mendukung industri padat karya ini yang menyerap puluhan ribu tenaga kerja di Indonesia sehingga kita sangat kompetitif di dunia internasional," ujar Arief.
Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menjelaskan pengenaan bea keluar tersebut menjamin ketersediaan bahan baku bagi industri perhiasan domestik.
Selama ini, Indonesia mengekspor emas mentah, tetapi harus kembali mengimpornya sebagai bahan baku perhiasan sehingga selisih nilai perdagangannya menjadi kecil.
"Dengan adanya bahan baku di dalam negeri yang langsung di hilirisasi, hal itu akan sangat meningkatkan net export kita," ujar Reni.
(dhz/sfr)