Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.123 per Dolar AS Jelang Akhir Pekan
Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.123 per dolar AS pada perdagangan Jumat (30/10) pagi. Mata uang Garuda menguat 14 poin atau 0,08 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah sejalan dengan seluruh mata uang Asia yang bergerak di zona hijau terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,03 persen, peso Filipina naik 0,29 persen, dan ringgit Malaysia terapresiasi 0,33 persen.
Ada pun dolar Singapura menguat 0,12 persen, yen Jepang naik 0,15 persen, won Korea Selatan menguat 0,32 persen, serta dolar Hong Kong terapresiasi 0,01 persen.
Tren penguatan juga terjadi pada mata uang utama negara maju. Euro Eropa menguat 0,15 persen, pound sterling Inggris naik 0,13 persen, dolar Australia terapresiasi 0,07 persen, dolar Kanada menguat 0,17 persen, dan franc Swiss naik 0,35 persen terhadap dolar AS.
Lihat Juga : |
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpotensi berada dalam tekanan akibat kenaikan harga minyak dunia. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bahkan kembali menyentuh level tertinggi dalam lebih dari sebulan.
"Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan oleh harga minyak dunia yang kembali naik, dengan WTI mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan. Sentimen risk-off dan aksi jual bersih investor asing di pasar domestik juga masih membebani rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Jumat (30/10).
Meski demikian, menurutnya, pelemahan rupiah berpotensi terbatas seiring penurunan indeks dolar AS setelah data inflasi Amerika Serikat dirilis sedikit di bawah ekspektasi pasar.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS pada perdagangan hari ini.