BEI Siapkan 23 UKM Masuk Bursa, Target IPO Tahun Depan
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan sebanyak 23 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) siap untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) tahun depan.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengatakan 23 UKM tengah mengikuti program pendampingan atau coaching clinic dari BEI bersama Kementerian UMKM.
Menurutnya, hampir seluruh UKM tersebut siap melantai di bursa pada tahun depan. Namun, keputusan untuk melanjutkan IPO tetap berada di tangan masing-masing perusahaan.
"Ada 23 dan rasanya hampir seluruhnya dalam tahun depan harusnya sudah siap, tapi IPO itu adalah pilihan," ujar Saidu saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (2/11).
Kendati demikian, Saidu menerangkan pihaknya hanya mendorong perusahaan berkualitas untuk melantai di bursa. Hal tersebut karena perusahaan tercatat juga harus siap menjalankan kewajibannya kepada para pemegang saham publik.
"Kita punya aturan-aturan pencatatan yang memang harus dipenuhi, sehingga kita ingin kualitas perusahaan tercatat di Indonesia itu meningkat, yang harus kita siapkan, bukan mereka hanya siap sebelum IPO, tapi setelah menjadi perusahaan publik, mereka siap untuk menanggung kewajiban-kewajiban," terangnya.
Ia menjelaskan bahwa UKM tersebut memiliki rentang aset Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Kemudian, untuk sektornya terdiri dari 30 persen di bidang makanan dan minuman (food and beverage/FnB), 20 persen dari industri fesyen, dan sisanya dari berbagai sektor lain
"Ketika berbicara di skala (aset) menengah, itu di Rp50 miliar sampai Rp250 miliar," pungkas Saidu.
(fln/pta)