Rupiah Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS Sore Ini
Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Selasa (3/11) sore. Mata uang Garuda berada di level Rp18.160 per dolar AS atau turun 4 poin setara 0,02 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang melemah, yakni yuan China yang turun 0,41 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,09 persen, dolar Singapura melemah 0,13 persen, dan won Korea Selatan terkoreksi 0,03 persen.
Sementara itu, peso Filipina menguat 0,22 persen dan dolar Hong Kong naik 0,02 persen. Yen Jepang terpantau bergerak stagnan.
Di antara mata uang utama negara maju, euro Eropa menguat 0,06 persen, poundsterling Inggris naik 0,07 persen, dolar Kanada menguat 0,15 persen, dan franc Swiss naik 0,24 persen. Sebaliknya, dolar Australia melemah 0,46 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi memburuknya sentimen penghindaran risiko (risk-off) di pasar saham domestik.
Investor juga cenderung berhati-hati dan menghindari aset berisiko menjelang rilis sejumlah data ekonomi serta pemilu paruh waktu AS.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS tertekan oleh sentimen risk-off yang memburuk di pasar ekuitas domestik. Investor juga masih berhati-hati dan cenderung menghindari aset berisiko karena mengantisipasi sejumlah data ekonomi dan pemilu legislatif paruh waktu AS," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Meski demikian, Lukman menilai harapan terhadap pembicaraan perdamaian di Timur Tengah dan penurunan harga minyak dunia membatasi tekanan terhadap rupiah sehingga pelemahannya tidak lebih dalam.
(lau/sfr)