Tenun Baduy Dalam Tampilan Busana Modern

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Sabtu, 28/02/2015 16:37 WIB
Tenun Baduy Dalam Tampilan Busana Modern Amanda memadukan kain tenun Baduy dengan motif garis agar tidak monoton. (CNNIndonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak hanya kaya akan keindahan alam dan sumber dayanya, Indonesia pun kaya akan keanekaragaman budaya dan suku bangsa. Salah satu bukti keragamannya adalah banyaknya variasi kain tradisional di Indonesia.

Batik, tenun, songket, adalah bukti kekayaan budaya Indonesia yang tak diragukan lagi keindahannya.

Di tengah gempuran merek fesyen dunia yang terus berekspansi ke Tanah Air, para desainer pun memilih untuk menggunakan kain tradisional dalam setiap rancangannya agar memiliki identitas asli Indonesia.


Satu lagi desainer Indonesia yang mengaplikasikan kain tradisional dalam busananya adalah Amanda Indah Lestari.

Berbeda dengan desainer lainnya yang mengeskplor kain dari Indonesia Timur, seperti Bali, Nusa Tenggara Barat atau Nusa Tenggara Timur, Amanda justru memilih menggunakan kain tenun dari suku Baduy yang berada di Banten.

Melalui brandnya yang diberi nama Lekat, Amanda mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih mengapresiasi budaya sendiri.

"Ternyata di Baduy itu kita punya tenun dan selama ini banyak yang belum tahu," katanya dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (27/2).

Amanda pun memilih tenun Baduy karena lokasinya yang dekat dengan Jakarta, hanya 5 jam perjalanan dari ibukota.

"Sebelum angkat Baduy, saya sudah search tenun yang lain. Menurut saya, kenapa enggak mengembangkan budaya yang lebih dekat," ujarnya.

Ia pun menilai, penggunaan tenun Baduy lebih mudah untuk dikembangkan dari segi warna dan motifnya. Selain menggunakan motif asli suku Baduy, Amanda pun melatih para pengrajin untuk membuat pola yang lebih modern.

"Yang saya pakai adalah pattern lama dari orang Baduy. Yang baru ini saya celup warnanya dengan pemakaian warna alam," ucapnya.

Amanda memboyong sekitar 30 koleksi busananya untuk dipamerkan dalam panggung fashion show Indonesia Fashion Week (IFW) 2015.

Mengusung tema The Old/New Journey To The Nomad, Amanda memadukan kain tenun Baduy dengan motif garis agar tidak monoton.

"Tema ini saya dapat ketika saya kemarin perjalanan ke Mongolia. Saya ingin mengembangkan tenun Baduy supaya enggak monoton. Sekarang saya ingin mengkombinasikan Baduy dengan Nomad," tukasnya.

Ia membuat koleksi busananya dengan model backless jumpsuit, blues lengan panjang, maxi dress dengan potongan asimetris dengan rumbai diujungnya, sleeveless medium dress dengan siluet A line, rok selutut dengan detil menumpuk di bagian paha, long coat, dan masih banyak lagi.

Amanda pun menggunakan beberapa aksesoris yang menonjolkan gaya Mongolia, seperti tas jinjing, bucket hat, kalung, dan rambut yang dikepang dua.


(ard/ard)