Bukan cuma itu, Edward Koh, Executive Director Southeast Asia Singapore Tourism Board menambahkan bahwa penurunan juga dirasakan dari pendapatan sektor belanja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, ia mengaku kalau Singapura akan melakukan banyak cara untuk bisa mengembalikan kondisi ini, dan bahkan mungkin meningkatkannya. Selain mengunggulkan berbagai acara hiburan khas anak muda, misalnya konser musik, pemerintah Negeri Singa dan Singapore Tourism Board juga melakukan berbagai pendekatan lain, khususnya untuk mendongkrak wisata belanja.
"Kami punya berbagai toko dari beragam merek fesyen mewah dan terkenal dunia. Beberapa di antaranya baru buka di Singapura," ujarnya menjelaskan.
Yang patut diacungi jempol, untuk mendongkrak wisata belanja, negara ini juga menggandeng pengrajin dan juga desainer lokal Singapura. "Kami punya desainer lokal yang karyanya juga sangat bagus. Selain memberi kesempatan pada merek internasional, desainer lokal kami juga harus digandeng," kata Michelle.
"Jadi ada benda unik dan khas dari orang lokal Singapura yang hanya bisa didapatkan di sini. Kalau merek dunia pasti banyak di mana saja."
Desainer-desainer lokal ini dipusatkan dalam satu wilayah usaha, sekalipun ada juga yang tersebar. Anda bisa menemukan kreasi desainer lokal ini di Keepers. Keepers adalah satu lokasi terpusat di Orchad Road yang menghadirkan berbagai kreasi busana aneka gaya, tas dari kulit buaya, aksesori sampai topi lokal. Selain itu, di bulan Maret ini, Singapura juga akan menghelat ajang Singapore Design Week. Di sini, pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai pameran produk lokal yang tak kalah saing dengan produk luar negeri.
(chs/mer)