Pada koleksi pertamanya, Mazuki's Capsule Collection 2015 bertajuk Comfortable Solitude, Miranda menghidupkan suasana bangunan telantar ke dalam busana ready to wear bagi pria dan wanita yang berkualitas dan nyaman dikenakan.
"Dalam koleksi ini, ada sense of abandonment sekaligus kenyamanan. Ini seperti Anda bisa menemukan keindahan dari sebuah tempat yang tampak soliter (menyendiri)," kata Miranda ditemui di sela Peluncuran Mazuki di Casa Domaine Marketing Gallery, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koleksi busana rancangan Miranda Mazuki. (Arselan Ganin) |
"Saya senang memberi aksen pada bagian pinggang dan pinggul, Anda akan banyak melihat aksen tersebut di koleksi saya. Dan saya juga berusaha untuk selalu membuat rancangangan saya dapat dikenakan oleh beragam ukuran dan bentuk tubuh," kata Miranda.
Desainer 21 tahun yang pernah bekerja dengan label Joseph Altuzarra dan Jill Stuart ini banyak bermain dengan bahan katun, sutra, dan wol. Beberapa koleksinya juga memadukan bahan-bahan tersebut.
"Saya suka bermain dengan volume dan bobot kain yang berbeda-beda. Saya melihat itu akan terjadi di masa depan, padu padan dan mengombinasikan bahan," tutur Miranda.
Ia mengatakan Mazuki menyasar konsumen yang fokus pada karier dan bermobilitas tinggi. Konsep rancangan minimalis yang amat terstruktur menjadikan busana Mazuki dapat digunakan sebagi outfit sepanjang hari, dari pagi hingga malam.
Koleksi busana rancangan Miranda Mazuki. (Arselan Ganin) |
Keunggulan lainnya, menurut Miranda, adalah dari segi personalisasi gaya. Ia menuturkan, desain yang minimalis dan warna yang cenderung netral memberi keleluasaan bagi pemakai busana untuk memberi sentuhan selera pribadi pada busana yang dikenakan.
"Semoga konsumen menemukan bahwa tujuan saya memakai warna monokromatik dan desain yang sangat sederhana adalah agar memberi ruang untuk penyesuaian. Jadi, mereka dapat mengkreasikan gaya masing-masing," ujarnya.
Sebelum mantap pulang ke Tanah Air dan merintis label Mazuki, Miranda menjabat sebagai desainer di label Opening Ceremony. Pada label kenamaan di New York tersebut, ia bekerja bersama desainer Humberto Leon dan Carol Lim.
(mer/mer)
Koleksi busana rancangan Miranda Mazuki. (Arselan Ganin)
Koleksi busana rancangan Miranda Mazuki. (Arselan Ganin)