Rata-rata penerbangan komersial terbang dengan ketinggian 25 ribu sampai 38 ribu kaki di atas permukaan laut. Dengan ketinggian tersebut, tidak ada manusia yang bisa bertahan hidup tanpa adanya alat pengaman seperti yang disediakan di dalam kabin pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ada tiga hal yang membuatnya membahayakan kesehatan,” kata Wawan.
Pertama, suhu yang sangat rendah. Dijelaskan Wawan, pada ketinggian yang ditempuh pesawat komersial, suhu di luar pesawat bisa mencapai -40 hingga -60 derajat Celsius. “Padahal di suhu 0 derajat Celsius saja sudah beku.”
Yang kedua, adalah penurunan tekanan yang drastis. “Tekanan di atas jauh lebih rendah dibandingkan di permukaan. Kondisi ini bisa menyebabkan decompression sickness, bahkan menyebabkan kematian,” kata Wawan menjelaskan.
Decompression sickness atau penyakit dekompresi merupakan suatu keadaan medis yang terjadi ketika akumulasi nitrogen yang terlarut membentuk gelembung udara yang menyumbat aliran darah serta sistem saraf. Kondisi ini umumnya terjadi pada penyelam.
Penyakit dekompresi bisa menimbulkan gejala yang mirip sekali dengan stroke, seperti mati rasa (numbness), paralysis (kelumpuhan), bahkan kehilangan kesadaran yang bisa menyebabkan meninggal dunia.
Bahaya ketiga menurut Wawan adalah karena kurangnya oksigen. “Di ketinggian seperti itu, oksigen akan jauh lebih sedikit, yang bisa menyebabkan kekurangan oksigen atau hipoksia. Ini juga bisa menyebabkan kematian,” ujar Wawan.
(mer/mer)