Setidaknya, hal inilah yang dilakukan oleh Novita Angie. Tak hanya menanamkan pemikiran bahwa perempuan harus memiliki pendidikan yang tinggi dan karier yang bagus, Angie pun selalu mengajarkan anaknya untuk menjalani kodrat utama sebagai perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan lebih sempurna kalau bisa menjalankan peran sebagau ibu, istri, yang urusan rumah pun juga beres," kata ibu dua anak itu.
Angie tak sekadar mengumbar kata-kata manis belaka. Pada praktiknya, ia juga menerapkan pola ini dalam dirinya. Sibuk menjadi presenter, penyiar radio, MC di acara off air, sampai menjalani profesi sebagai pemimpin redaksi sebuah majalah, tidak membuat Angie absen mengurus keluarga.
Bahkan Angie tak segan untuk masuk dapur, memasak untuk suami dan anak-anaknya. "Soal masuk dapur harusnya bukan keterpaksaan, justru kebanggaan. Kerja, berkarier, tapi bisa masuk dapur. Ubah saja mindset-nya."
Hal inilah yang coba Angie tularkan pada anaknya. Meski ia juga mengakui emansipasi, bahkan mengagumi sosok Kartini, tapi baginya, perempuan yang bisa menjalani kodratnya sungguh luar biasa.
"Biar bagaimana pun juga, saya ingin menanamkan kesadaran bahwa melayani suami itu adalah bagian kehidupan kita, mengurus anak juga bagian kehidupan kita," ujarnya.
"Saya mengajarkan pada anak saya, berkarier bagus boleh, tapi akan lebih sempurna hidupmu kalau kamu menjalani semuanya dengan baik," katanya melanjutkan.
(mer/mer)