Akhirnya pengunjung pun menyalahkan pihak pengelola, tak jarang juga menyalahkan pemerintah atas ketidaknyamanan yang mereka rasakan tersebut. Padahal hal ini juga berasal dari pengunjung sendiri.
Dengan alasan letak tempat sampah yang jauh para pengunjung pun dengan sesuka hati membuang sampah di mana saja. Atau jika tak ingin terlihat, mereka menyelipkannya di daerah yang tak mudah dijangkau mata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyadari pentingnya menumbuhkan rasa cinta kebersihan untuk menjaga tempat wisata, beberapa tempat wisata pun punya cara khusus. Sebut saja di kawasan Tana Toraja, Bandara Sentani, Puncak Gunung Cartensz, dan Kota Bandung. Semuanya berusaha menyuarakan peduli kebersihan pada setiap masyarakat atau wisatawan yang berkunjung.
Bahkan pihak pengurus desa bekerja sama dengan kepolisian untuk mengadakan tempat sampah di berbagai tempat. Hasilnya, para wisatawan pun dengan senang hati membuang sampah pada tempatnya yang sudah tersedia.
Sementara itu, di Bandara Sentani, Jayapura disediakan kantong plastik ludah pinang. Di Papua, makan sirih dan pinang merupakan tradisi masyarakat. Akibatnya di jalan, atau tempat lainnya Anda akan menemukan bercak-bercak merah yang merupakan ludah seseorang sehabis menyirih.
Untuk tetap menjaga kebersihan, pihak Bandara Sentani memasang papan pengumuman dilarang meludah sembarangan. Bahkan mereka menyediakan kantong plastik khusus untuk warga yang masih makan sirih dan pinang untuk menampung ludah sebelum plastiknya dimasukkan ke tempat sampah.
Masih berada di kawasan Papua, puncak Cartensz di pegunungan Jayawijaya selalu kedatangan banyak tamu dari Amerika dan Eropa. Dalam waktu satu tahun wisatawan yang datang berjumlah 100 sampai 200 orang.
Banyaknya wisatawan yang datang ternyata membuat sampah di kawasan ini cukup banyak. Pihak pengelola wisata di puncak Cartensz pun akhirnya melakukan usaha bersih-bersih demi tetap menjaga lingkungan.
Beberapa kali dalam setahun pun mereka melakukan kegiatan pengumpulan sampah. Pengangkutan sampah dari puncak pun dilakukan dengan menggunakan helikopter dari pihak pengembang wisata setempat.
Di wilayah yang berbeda, sebuah kota yang belakangan mendapat predikat sebagai kota seribu taman, yaitu Bandung, membuat sebuah peraturan untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Di salah satu taman di Kota Bandung itu masyarakat diajak untuk mengikuti Gerakan Buang Sampah di Kantong Sendiri. Hal ini bertujuan untuk memajukan pariwisata dengan menjaga kebersihan dan keindahan kota.
(mer/mer)