Tumor ini sering menyebar ke korteks serebral, yaitu lapisan luar terlipat di otak yang membantu seseorang memahami dunia, membentuk pikiran sadar, dan penggunaan bahasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami tidak berpikir tentang produksi empedu yang mendorong pertumbuhan kanker hati, atau bernapas yang mendorong berkembangnya kanker paru-paru,” katanya.
“Tapi kami melihat fungsi otak mendorong kanker otak ini.”
High-grade glioma adalah penyebab utama kematian anak-anak dan orang dewasa karena tumor otak. Tingkat bertahan hidup pengidap tumor otak meningkat sedikit dalam tiga puluh tahun terakhir. “Secara klinis, memerangi high-grade glioma mirip seperti melawan kebakaran hutan,” kata Monje.
Tim peneliti mengidentifikasi protein spesifik, yang disebut neuroligin-3, yang bertanggung jawab pada meningkatnya pertumbuhan tumor yang berhubungan dengan pengalaman di korteks serebral.
Dalam jaringan sehat, neurologin-3 membantu mengarahkan pembentukan dan aktivitas sinapsis, berperan penting terhadap kemampuan otak memperbaiki dirinya sendiri. Namun, studi baru menunjukkan, bentuk neurologin-3 yang disekresikan meningkatkan pertumbuhan tumor.
“Kelompok tumor meniru mekanisme dasar neuroplastisitas,” kata Monje.
Dalam percobaannya, tim peneliti menanamkan sel kanker manusia ke korteks serebral tikus dengan protein yang sensitif terhadap cahaya. Setelah tumor tertanam, neuron dekat tumor diaktifkan dengan cahaya.
Para ilmuwan kemudian membandingkan pertumbuhan tumor, antara tikus dan kelompok yang dikontrol, dengan tumor yang ditanamkan tetapi tanpa aktivasi saraf. Peningkatan ukuran tumor pada tikus yang menerima rangsangan menggunakan cahaya mengungkap, aktivitas otak mengaktifkan tumor otak.
Secara teoritis dokter dapat memperlambat pertumbuhan tumor menggunakan obat penenang yang mengurangi aktivitas mental. Namun, ada implikasi etis serius dalam perawatan ini.
Tim peneliti berharap karya mereka dapat mengembangkan obat yang secara khusus memblokir kegiatan tumor yang merangsang neurologin-3.
(win/mer)