Multiple Sclerosis yang Diderita Pepeng Belum Ada Obatnya

Merry Wahyuningsih, CNN Indonesia | Rabu, 06/05/2015 14:00 WIB
Multiple Sclerosis yang Diderita Pepeng Belum Ada Obatnya Pepeng Soebardi di tengah keluarga besarnya. (Dok. Facebook/Pepeng Soebardi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selama bertahun-tahun komedian Ferrasta Soebardi alias Pepeng berjuang hidup dengan multiple sclerosis. Penyakit tersebut membuat tubuhnya tak berdaya. Ia pun pasrah hanya bisa beraktivitas dari atas kursi roda dan tempat tidur hingga akhirnya tutup usia pada hari ini, Rabu (6/5).

Multiple sclerosis (MS) merupakan penyakit autoimun yang menyerang selubung pelindung (myelin) — zat lemak yang melapisi dan melindungi serat saraf di otak dan sumsum tulang belakang.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, hingga saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan MS. Pengobatan biasanya berfokus pada mempercepat pemulihan dari serangan, memperlambat perkembangan penyakit dan mengelola gejala. Beberapa penderita yang memiliki gejala ringan bahkan tidak memerlukan perawatan.


Obat-obatan utama yang diresepkan dokter saat serangan terjadi antara lain jenis kortikosteroid dan plasmapheresis. Kortikosteroid diresepkan untuk mengurangi peradangan saraf. Namun, obat ini memberikan efek samping berupa insomnia, tekanan darah meningkat, perubahan suasana hati dan retensi cairan.

Sedangkan plasmapheresis untuk pertukaran plasma darah. Bagian cair dari darah (plasma) dipisahkan dari sel-sel darah. Sel-sel darah kemudian dicampur dengan larutan protein (albumin) dan dimasukkan kembali ke dalam tubuh. Pertukaran plasma dapat digunakan jika gejala yang parah dan tidak menanggapi steroid yang telah diberikan.

Beberapa terapi juga dibutuhkan untuk meringankan gejala, antara lain terapi fisik seperti peregangan dan gerakan yang memudahkan pasien untuk menggunakan perangkat dalam kegiatan sehari-hari, relaksan otot untuk mengurangi nyeri dan kekakuan otot, obat yang mengurangi kelelahan, dan obat-obatan lain yang diresepkan untuk mengurangi komplikasi seperti depresi, nyeri, dan masalah pada kandung kemih atau usus.

Penderita MS juga harus mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat, seperti cukup istirahat, hindari stres, dan melakukan olahraga ringan bagi yang masih bisa, seperti jalan kaki, tai chi, atau sepeda statis.

Karena gejala MS sering memburuk ketika suhu tubuh pasien meningkat, maka pasian harus menghindari paparan panas dan menggunakan perangkat yang mengeluarkan panas.

Untuk makanan, hasil penelitian kecil telah menunjukkan bahwa diet rendah lemak jenuh tetapi tinggi asam lemak omega-3, seperti yang ditemukan dalam minyak zaitun dan ikan, bisa bermanfaat untuk pasien MS. Tapi penelitian lebih lanjut diperlukan. Studi juga menunjukkan bahwa vitamin D mungkin memiliki potensi manfaat bagi penderita MS.




(mer/mer)