Marketing Manager GIRLS, Mattel Asia Tenggara, Jia-Li Fong mengatakan meski usia Barbie sudah lebih dari setengah abad tapi peluncuran karakter pahlawan super yang dilakukan saat ini belumlah terlambat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa saat ini adalah momen yang paling tepat karena sedang ramai-ramainya pahlawan super tapi hanya untuk anak laki-laki saja. "Delapan dari 10 anak perempuan ternyata ingin menjadi superhero," ujar Fong.
Tokoh Barbie pahlawan super ini dikemas dengan cara yang berbeda. Sementara pahlawan super laki-laki cenderung akrab dengan lakon membela kebenaran dengan kekerasan atau pertarungan, Barbie menonjolkan sisi forgiveness dan kindness.
"Kami ingin mengajarkan anak-anak untuk lebih bisa memaafkan dan melakukan kebaikan. Karena tidak semua pahlawan super bisa melakukan hal itu," ujar Fong. "Barbie mengubah lawannya menjadi kawan."
Psikolog anak Ajeng Raviando mengatakan anak perempuan sebenarnya membutuhkan sosok pahlawan super, tak hanya anak lelaki saja. Sebab melalui tokoh pahlawan super banyak hal yang bisa diajarkan pada anak.
"Sebetulnya ada banyak nilai dan karakter yang baik dari pahlawan super. Ada nilai kebaikan, kebaikan dan percaya diri," kata Ajeng dalam acara yang sama.
Selain mengeluarkan karakter berbentuk boneka, Barbie juga merilis produk barunya bersama dengan sebuah film tentang karakter itu sendiri. Ada juga kampanye bertajuk #AkuSuper untuk para anak perempuan yang dilaksanakan mulai Mei sampai Agustus 2015.
(mer/mer)