Semua berawal ketika Julie Fitzgerald dan suaminya Patrick, melihat bintik-bintik yang tidak biasa pada mata Avery. Ibu 31 tahun asal kota Rockford, Illinois, itu merasakan ada sesuatu yang salah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Julie mengatakan kepada suaminya Patrick, yang mencoba meyakinkan dia bahwa mungkin tidak ada hal untuk dikhawatirkan. Namun, karena takut akan masa depan anaknya, dia memutuskan untuk mengambil foto anaknya dengan ponsel.
“Saya tidak ingin mengambil foto karena ada perasaan takut yang merayap di perut saya,” katanya. “Saya mengambil foto, dan seluruh pupilnya berwarna berwarna putih, dan saat itulah saya tahu.”
Julie bergegas membawa anaknya ke dokter spesialis mata. Anaknya didiagnosis mengidap retinablastoma. Dokter juga mengungkapkan bahwa balita mereka memiliki “beberapa, beberapa tumor.”
Mata Avery diangkat agar penyebaran kanker berhenti. Anak itu akan segera dilengkapi dengan mata palsu. Dokter mengatakan kepada keluarga, jika mereka menunggu lebih lama, maka penyakit itu bisa menyebar ke otak dan darah anak mereka.
“Hidup kami jalani dari normal, ke kanker, lalu ke korban kanker yang selamat. Ternyata itu menjadi mimpi terburuk kami, tapi telah menyelamatkan nyawa anak kami,” kata Julie dalam program Good Morning America.
(win/mer)