Jahatnya Bahaya Asap Rokok Bagi Janin dalam Kandungan

Merry Wahyuningsih & Merry Wahyuningsih , CNN Indonesia | Senin, 18/05/2015 15:34 WIB
Jahatnya Bahaya Asap Rokok Bagi Janin dalam Kandungan Ilustrasi (diolah dari Getty Images/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sudah terbukti bahwa merokok sangat berbahaya bagi kesehatan. Tak hanya bagi si perokok aktif, tetapi juga orang-orang yang ada di sekitarnya. Merokok dapat memberikan efek merugikan pada setiap individu yang tidak merokok, termasuk janin yang masih ada dalam kandungan.

Paparan asap rokok terus-meneraus dan berkepanjangan oleh ibu hamil akan mengakibatkan banyak masalah kesehatan terkait untuk janin. Karena itu, perempuan berbadan dua sebaiknya menghindari rokok, termasuk asap rokok dari orang lain.

Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa ibu hamil perokok pasif juga dapat membahayakan bayi dalam kandungan. Hal ini diusulkan oleh banyak studi yang berbeda, yang terbaru diterbitkan dalam jurnal medis, Pediatrics.

Dilansir dari Boldsky, berikut beberapa efek berbahaya dari asap rokok bagi janin:

1. Cacat fisik

Salah satu efek yang paling bahaya dari merokok pasif pada bayi yang belum lahir adalah adanya kemungkinan peningkatan risiko cacat fisik. Paparan asap rokok terus-menerus pada ibu hamil akan memulai mutasi genetik dan akan mengakibatkan cacat kaki, testis dan otak.

2. Cacat lahir

Jika ibu hamil menjadi perokok pasif terus-menerus sepanjang masa kehamilan, kemungkinan bayi akan mengalami cacat lahir baik ringan maupun berat. Asap rokok juga merupakan penyebab mutasi gen karena produk beracun berbahaya memasuki tubuh seorang perempuan hamil melalui merokok pasif.

3. Bayi lahir mati

Ada banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mempelajari tentang hubungan antara merokok pasif dan lahir mati. Peneliti membuktikan bahwa kemungkinan bayi mengalami kelahiran mati sekitar 23 persen untuk ibu hamil yang menjadi perokok pasif.

4. Berat lahir rendah

Banyak perempuan tidak menyadari alasan untuk berat lahir rendah bayi mereka adalah karena paparan asap rokok terus-menerus. Jika Anda menemukan bahwa bayi memiliki berat badan yang rendah selama pemeriksaan USG kehamilan, hipoksia janin dan vasokonstriksi — yang menyebabkan suplai darah menurun ke plasenta — bisa jadi penyebabnya.

5. Organ rusak

Ibu hamil yang menjadi perokok pasif tidak akan mendapatkan pasokan darah yang cukup untuk plasentanya. Hal ini akan mengakibatkan sistem kardiovaskular, sistem pencernaan dan sistem saraf pusat janin rusak. Studi menunjukkan bahwa pembangunan neurobehavioural abnormal pada bayi terkait dengan paparan perokok pasif oleh ibu.

6. Masalah pernapasan

Ibu hamil yang sering terpapar asap rokok juga menyebabkan pengembangan abnormal pada sistem pernapasan janin. Bayi yang lahir dari ibu yang menjadi perokok pasif dapat mengembangkan kesulitan bernapas dan memiliki kesempatan tinggi mengembangkan asma di masa depan. Mutasi ini cenderung memiliki dampak seumur hidup dalam bentuk cacat lahir yang serius dan tidak dapat diobati.

7. Kelahiran prematur

Masalah lain yang dihadapi ibu hamil perokok pasif adalah kelahiran janin prematur. Hal ini akan memengaruhi perkembangan normal bayi, yang mungkin juga menyebabkan komplikasi di masa depan.