Mengutip Prevention, sebuah studi kecil di Italia beberapa tahun lalu menemukan bahwa ada hubungannya antara asupan lemak dengan kanker payudara. Penelitian pun berlanjut dengan menganalisis data dari 10.062 pasien kanker payudara, dengan 337.000 penderita perempuan di 10 negara Eropa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hubungan antara asupan tinggi lemak dan kanker payudara pertama kali dicurigai pada tahun 1970-an. Hal ini disebabkan karena lemak bisa meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh. Ini pulalah yang menjadi satu alasan Anda untuk bisa mengurangi konsumsi lemak.
Bukan tak boleh mengonsumsi makanan tinggi lemak, namun konsumsilah lemak dengan tepat. Penelitian menganjurkan agar Anda mengonsumsi lemak 20-35 persen dari kalori harian Anda. Institute of Medicine juga merekomendasikan untuk mengganti lemak jenuh dengan jumlah takaran yang sehat dari lemak tak jenuh tunggal. Lemak sehat bisa Anda dapatkan dari minyak zaitun dan juga alpukat. (chs/mer)