Pilihan Redaksi |
Setelah satu jam diberikan parasetamol, kelompok peneliti selalu memeriksa jumlah testosteron dalam jaringan manusia tersebut. Pada penelitian 24 jam, tidak terjadi efek apapun terhadap jaringan manusia. Namun, setelah sepekan diteliti, jumlah testosteron berkurang hingga 45 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menganjurkan para perempuan hamil untuk mengikuti petunjuk terbaru, yaitu menggunakan penghilang rasa sakit dengan efektif dan dalam dosis rendah dan jangka waktu pendek," ujar Mitchell.
Kepala penasehat sains dari Royal College, Sadaf Ghaem-Maghami, mengatakan bahwa penelitian ini sangat penting. Namun, masih sulit untuk menentukan apakah penelitian ini dapat berpengaruh langsung terhadap manusia.
"Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana parasetamol dapat memengaruhi tingkat testosteron," ucap Ghaem-Maghami dalam sebuah pernyataan.
Kendati demikian, Ghaem-Maghami tetap menyarankan ibu hamil untuk mengikuti anjuran Rod agar mengonsumsi parasetamol dalam kadar rendah dan waktu singkat.
(mer/mer)