Dick Fagan, seorang kolumnis untuk Oregon Journal yang kantornya menghadap taman, risih melihat ada area telantar di depan kantornya dan memutuskan untuk melakukan sesuatu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berhasil menciptakan keseluruhan cerita fiksi di sekitar tempat itu, termasuk seorang leprechaun (peri jantan) bernama Patrick O’Toole yang tinggal di sana dan shamrock kecil yang tumbuh di dalam tanaman lainnya.
Fagan meninggal karena kanker pada tahun 1969, tapi pada saat itu Mill Ends sudah menjadi landmark Portland.
Kota Portland mengakuisisi Mill Ends pada 1976 dan situs tiang lampu resmi menjadi taman kota. Selama bertahun-tahun, penduduk setempat membuat segala jenis kontribusi untuk taman kecil itu, dari kolam renang kecil, papan menyelam untuk kupu-kupu, hingga patung-patung kecil yang ditempatkan di sekitar taman.
Sejak tahun 1971, taman super mungil ini juga sudah memegang rekor Guinness sebagai taman terkecil di dunia.
(mer)