Para peneliti menilai berapa banyak kebisingan lalu lintas jalan raya, kereta api dan pesawat memengaruhi 5075 orang yang tinggal di lima daerah di pinggiran kota dan pedesaan di sekitar Stockholm, Swedia, sejak tahun 1999.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada laki-laki, suara bising lalu lintas berpengaruh terhadap rasio pinggul, dengan perubahan 0,16 sentimeter setiap peningkatan 5 dB paparan kebisingan lalu lintas jalan raya.
Ukuran pinggang yang lebih besar dikaitkan dengan paparan tiga sumber kebisingan, tetapi kaitan terkuat untuk kebisingan pesawat udara. Sedangkan rasio pinggul dikaitkan dengan suara bising jalan raya dan pesawat terbang saja.
Semakin besar polusi suara yang terpapar pada saat yang sama, risiko seseorang mengalami obesitas sentral menjadi lebih besar. Umur merupakan faktor yang berpengaruh, dengan hubungan antara obesitas sentral dan kebisingan lalu lintas hanya ditemukan pada mereka yang berusia di bawah 60 tahun.
Karena penelitian ini observasional, tidak ada kesimpulan pasti yang bisa ditarik sebagai sebab dan akibat.
Namun, penelitian menunjukkan paparan kebisingan dapat menjadi stressor fisiologis penting dan dapat meningkatkan produksi hormon kortisol, yang memiliki peran dalam penumpukan lemak di bagian tengah tubuh.
Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan secara online di Occupational and Environmental Medicine.
(mer)