Seperti dilansir dari laman women's health, itu sebabnya kebanyakan dokter di Amerika Serikat menyarankan para ibu untuk menunggu melakukan aktivitas seksual selama enam minggu setelah bayi mereka lahir.
Sementara itu, enam minggu adalah waktu yang sangat panjang, tetapi percayalah vagina justru akan menyambut liburan panjangnya untuk berhubungan intim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine, perempuan rata-rata menunggu 2,1 bulan untuk kembali berhubungan seksual usai melahirkan. Para peneliti kemudian melacak perempuan pada berbagai titik pasca-melahirkan.
Mereka menemukan, lebih dari 17 persen pasangan berhubungan seks kembali sebelum enam minggu, dan 62 persen pasangan berhubungan intim lagi pada minggu keenam. Sementara itu, 22 persen perempuan menunggu lebih dari tiga bulan bulan untuk berhubungan seks, sementara semua perempuan itu melakukannya lagi pada bulan ketujuh.
Sayangnya, ada beberapa penemuan yang tidak terlalu besar. Sebanyak 21,1 persen mengatakan, kehidupan seks mereka menurun setelah memiliki bayi. Sementara, 87 persen mereka berhasrat berhubungan seks kembali setelah melahirkan bayi.
Kabar baiknya adalah, Anda masih memiliki kehidupan seks setelah melahirkan, dan kebanyakan perempuan melakukannya.
Penting untuk diketahui, Anda bisa melakukan aktivitas seks kembali sesuai kecepatan Anda sendiri. Membandingkan kecepatan seks dengan perempuan lain adalah hal normal. Bukan berarti Anda harus membandingkan kehidupan seks dengan orang lain. Namun, mungkin ini bisa membantu Anda untuk siap kembali berhubungan seks pada batas enam minggu.
Sementara itu, untuk laporan tentang penurunan kehidupan seksual pasca-melahirkan, hal tersebut bisa dipahami. Apalagi di saat seorang ibu kekurangan jam tidur karena merawat bayinya.
Intinya, Anda bisa kembali berhubungan seks setelah melahirkan, jika Anda dan pasangan, serta vagina tentu saja, siap untuk melakukannya.
(win/mer)