Pilihan Redaksi |
Keduanya berjalan dari arah berlawanan dan bertemu di tengah gedung. Mereka kembali dipertemukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prosesi selanjutnya yang dilakukan adalah sinduran. Kedua mempelai dibalut kain lebar berwarna merah dengan tepi berwarna putih yang dibuat dengan proses jumputan. Di belakangnya, ibu mempelai perempuan merangkul keduanya. Dengan ditemani orang tua yang ada di belakangnya, kedua mempelai berjalan ke pelaminan. Setelah itu, keduanya duduk di pelaminan.
Prosesi berikutnya adalah kacar kucur, yaitu pemberian beras dan kunyit dari mempelai pria ke wanita, yang bermakna tanggung jawab suami untuk memberi nafkah kepada istri. Sesuai adat dalam kacar kucur mempelai lelaki akan menuangkan beras dan kunyit itu yang diterima mempelai wanita dengan sehelai kain. Setelah semua simbol rezeki ini habis, mempelai wanita akan mengikatnya dengan kuat, sebagai simbol wanita yang harus bisa menjaga hasil nafkah yang dicari suaminya.
Buntalan beras dan kunyit itu biasanya akan diserahkan mempelai wanita kepada ibu mempelai wanita dengan ucapan permohonan untuk menitipkan apa yang dipercayakan sang suaminya kepada mempelai wanita.
(chs/mer)