"Perbedaan tersebut menujukkan status yang sudah berubah dari seseorang akibat satu kata dalam ijab, sah," kata Mufti kepada CNN Indonesia di Solo, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu sebagai simbol berubahnya status dalam hidup pengantin. Ibarat kata, Gibran dan Selvi yang tadinya adalah 'orang asing' kini sudah dipersatukan dalam pernikahan. Mereka bukan lagi dua orang melainkan satu dalam ikatan pernikahan.
Dalam filosofi Jawa, perubahan duduk itu juga menggambarkan sebuah larangan yang kemudian berubah menjadi berkah dengan menikah. Artinya, Dalam hal ini adalah aktivitas seksual yang ketika sebelum menikah akan menjadi dosa, namun ketika sudah menikah akan menjadi berkah.
Perbedaan posisi ini juga berlaku dalam pemasangan cincin. Inilah alasannya, mengapa para lajang harus menggunakan cincin di jari manis tangan kiri. Dan ini juga jadi alasan mengapa cincin kawin dipasangkan di jari manis tangan kanan.
(chs/mer)