Priscilla Sim, konselor rumah tangga Relate di Inggris, mengatakan, dia menyaksikan rasa sakit dan stres yang disebabkan oleh perpisahan pasangan setiap hari. “Jadi saya tidak bisa mengatakan statistik ini mengejutkan saya.”
Pada kenyataannya, rasa sakit tersebut bisa menjadi begitu buruk yang bisa membuat seseorang secara harfiah terluka. Studi pada 2010, yang diterbitkan dalam Jurnal Neurofisiologi, melaporkan, ketika pasangan ditunjukkan foto para mantan orang-orang yang pernah dekat dengannya, ada aktivitas di bagian otak yang menyampaikan rasa sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka melaporkan, dibutuhkan rata-rata sebelas minggu untuk kembali normal pasca-perpisahan. Namun, bagi pasangan menikah dalam penelitian yang sama, waktu pemulihan rata-rata lebih lama, yaitu 18 bulan.
Berdasarkan Priscilla, pasangan yang sudah menikah atau memiliki anak bersama cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk melupakan hubungan tersebut. Ketika pasangan yang menikah berjanji satu sama lain di hadapan keluarga, ada rasa bersalah dan malu karena pernikahan yang gagal.
Sangat sering pasangan berpisah karena masalah yang tidak bisa mereka selesaikan. Masalah tersebut berlanjut terus sampai akhirnya mereka berpisah.
“Saya juga telah bekerja sama dengan banyak klien yang berhasil memecahkan masalah mereka dengan relatif damai. Bahkan berlanjut dengan hubungan yang baik sebagai teman atau rekan orang tua.”
Satu hal yang penting, pasangan ini melakukan hal yang tepat karena berlaku jujur dan menghormati hubungan yang dulu pernah mereka miliki, kata Priscilla.
(win/mer)