Berdasarkan penelitian yang dilakukannya bersama dengan tim Balitbangkes di beberapa daerah di Indonesia, ia menemukan fakta bahwa 30-50 persen rumah yang dikunjungi ternyata ada jentik nyamuknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ironinya, pemilik rumah mengaku sudah melakukan upaya untuk menghilangkan jentik nyamuk. Salah satunya adalah dengan mengosongkan bak air secara berkala. Sayang upaya ini belumlah cukup.
"Yang kita lupakan adalah, bahwa walau bak sudah kosong, tapi di dinding bak sudah terlanjur ada telur nyamuk, dan bila bak diisi air maka telur akan menetas dan jadi nyamuk kembali," ucapnya.
"Artinya, tidak cukup hanya mengosongkan bak, tapi dinding bak harus disikat, supaya telur nyamuk hilang."
Selain itu, ia menambahkan, tim penelitinya juga cukup sering menemukan jentik nyamuk di bawah tempat meletakkan gelas dispenser. "Tampaknya air yang turun dari keran dispenser sebagian jatuh ke bawah alas itu, didiamkan disitu oleh pemiliknya, dan tumbuhlah jentik nyamuk Aedes penular DBD."
Yang harus diperhatikan, jentik nyamuk ini juga bisa berkembang di air rendaman batu akik.
(chs/mer)