Lebih dari separuh orang dengan tekanan darah tinggi, kondisinya tidak terkontrol dengan baik. Mungkin ini disebabkan karena pasien seringkali percaya, hipertensi artinya 'terlalu banyak ketegangan' atau terlalu banyak stres, kata penulis.
Pada kenyataannya, hipertensi mengacu kepada tekanan darah tinggi. Kondisi ini terjadi manakala kekuatan memompa darah melalui arteri terlalu kuat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasien-pasien ini mungkin lebih fokus membenahi manajemen stres, bukan mengonsumsi obat tekanan darah yang efektif, misalnya diuretik, calcium-channel blockers, atau zat penghambat ACE.
“Mengelola stres adalah hal yang baik, terutama untuk kesehatan menyeluruh. Namun, untuk hipertensi, manajemen stres tertentu tidak akan cukup,” kata Bokhour seperti dilansir dari Reuters.
Mengelola gaya hidup dan mengonsumsi obat yang diresepkan jauh lebih penting untuk mengendalikan tekanan darah, ujarnya. Para praktisi kesehatan menggunakan istilah hipertensi, tapi tidak selalu eksplisit menghubungkannya dengan tekanan darah.
Bokhour dan Kressin menunjukkan bahwa dokter harus menggunakan istilah 'tekanan darah tinggi' daripada hipertensi saat mereka berbicara dengan pasien.
(win/mer)