Sebuah perusahaan riset, Endeavour Partners, memperkirakan bahwa sekitar sepertiga dari pelacak tersebut ditinggalkan setelah enam bulan. Organisasi yang bergerak di bidang kesehatan, Rock Health, mengatakan, arsip regulasi Fitbit menunjukkan bahwa hanya setengah dari hampir 20 juta pengguna terdaftar Fitbit yang masih aktif hingga kuartal pertama 2015.
“Pertanyaan bagi para investor adalah berapa lama pasar akan terus tumbuh pada tingkat ini. Apakah Fitbit dapat mengembangkan pertumbuhan sebelumnya. Jumlah perangkat yang dijual per tahun mencapai kejenuhan,” kata Malay Gandhi, direktur utama Rock Health, menulis dalam blognya, seperti dilansir laman NY Daily.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para investor dan analis yakin akan prospek positif Fitbit. Dikutip dari NY Daily, nilai sahamnya naik dua kali lipat sejak penawaran perdananya. Dalam pernyataannya, Fitbit mengatakan, mereka ingin membuat para penggunanya termotivasi. Caranya, dengan menawarkan cara untuk bersaing dengan teman-teman dan keluarga, dan memberikan lencana virtual untuk memulai gaya hidup bugar.
“Jika orang-orang tidak menggunakan pelacak mereka lagi, maka mereka tidak akan merekomendasikannya kepada teman-teman atau keluarga. Atau untuk meng-upgrade model terbaru yang keluar,” kata Dan Ledger, seorang konsumen.
Sementara itu, Jayasimha, warga New York yang berjalan 3 – 4 mil sehari mengatakan, perangkat Jawbone Up-nya berhenti memberikan informasi. “Setelah perangkat itu berhenti bekerja selama satu hari, saya tidak repot-repot membetulkannya selama berbulan-bulan. Bahkan saya tidak menggunakannya lagi,” kata Jayasimha.
Eric Leverett (52), seorang manajer produksi di Birmingham, Alabama mendapatkan Fitbit Charge sebagai hadiah. Dia lalu melakukan kompetisi ringan dengan sang ayah yang berusia 82 tahun agar termotivasi berjalan lebih sering.
Kendati menurut Eric kegembiraannya kini telah memudar, Fitbit membantu dia berjalan lebih sering dengan anjingnya.
(mer)