Namanya Bonsai, lahir pada April lalu di Arkansas, AS. Sejak lahir, dia didiagnosis dengan kondisi yang sama dialami oleh manusia, yang biasa disebut dengan Caudal Regression and Sacrocaudal Dysgenesis. Kasus ini merupakan kasus pertama pernah ada di dunia anjing, menurut laman YouCaring miliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut kabar terbaru pada laman situsnya, dua kaki belakang Bonsai telah diamputasi pada Juni lalu karena kaki-kaki kecilnya itu terlihat tidak begitu berguna, dan pulih dengan yang baik. Ia juga menjalani sebuah terapi untuk membantu mengurangi gejala Swimmer’s Syndrome.
Bonsai akan memerlukan sebuah scan konstan dan MRI untuk menentukan bagaimana organ-organ internalnya terpengaruh. Saat ini, ia tidak memiliki kontrol untuk kandung kemih atau usus, dan perlu memakai popok sepanjang hidupnya.
Bonsai juga tidak akan mungkin bisa berjalan dengan kaki palsu karena ia tidak memiliki fungsi saraf untuk mengoperasikannya. Upaya penggalangan dana telah meningkat hampir US$ 2.500 atau setara dengan Rp 33 juta rupiah untuk membantu menutupi biaya-biaya perawatannya.
(mer)