Charlie mungkin tampak seperti anak lainnya. Namun, bocah sebelas tahun tersebut telah melewai perjuangan lain yang lebih besar. Dia bertahan dari operasi besar untuk menggantikan paru-parunya yang gagal berfungsi.
Paru-paru merupakan salah satu organ yang paling kompleks untuk transplantasi. Namun, kondisi cystic fibrosis (CF) yang dialami Charlie sangat parah, dia bisa meninggal dunia dalam waktu dua tahun tanpa operasi transplantasi paru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cerita tentang Charlie diputar dalam serial dokumentar terbaru stasiun televisi di Inggris. Judul film ini, Great Ormond Street. Program ini memberikan pandangan kepada orang-orang di luar sana tentang anak-anak yang dirawat di rumah sakit. Mereka menjalani perawatan dan keputusan mengubah hidup yang harus dibuat oleh orang tua dan dokter.
“Para dokter mengatakan kepada kami, jika berhasil ini luar biasa,” kta Christy mengenang. Satu hal yang terus dia pikirkan, kematian selama operasi adalah risiko yang harus dihadapi anaknya.
Setelah melihat kondisi Charlie sekarang, tidak ada pertanyaan atas keputusan mereka. “Menonton Charlie berolahraga adalah kebahagiaan terbesar. Dia tidak ingin menjadi anak sakit lagi. Dia cuma ingin memahami hidup dan hidup setiap saat.”
Sekitar 10 ribu orang di Inggris memiliki cystic fibrosis. Setengah dari jumlah tersebut tidak dapat hidup mencapai usia 40 tahun. Cystic fibrosis adalah kondisi genetik. Satu dari 25 orang adalah pembawa. Namun, untuk mengembangkan penyakit ini, seorang anak harus memiliki dua orang tua dengan gen yang rusak.
Dengan kondisi CF, protein yang membantu garam bergerak ke dalam dan keluar sel-sel tubuh tidak bekerja dengan benar. Lendir bertambah di sekitar sel-sel ini, terutama paru-paru. Dia menyumbat saluran udara sehingga membuat mereka rentan terhadap bakteri dan infeksi.
Infeksi yang berulang dapat menyebabkan kerusakan paru-paru jangka panjang. Lendir tebal juga memengaruhi sistem pencernaan sehingga pasien dapat kehilangan nutrisi yang penting.
(win/mer)