Hanya saja menurut peneliti dari Harvard Business School dan Duke University Fuqua School of Business, mengungkapkan tas ini tak baik untuk tubuh Anda. Setidaknya, tas ini tidak bermanfaat untuk diet Anda seperti manfaatnya untuk lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam hal ini mereka dibagi tugas untuk kelompok reusable bag dan tas plastik. Dalam simulasi online tersebut mereka diminta untuk memilih 10 benda yang ingin dibeli di masing-masing lantai supermarket.
Dari hasil belanjaan mereka, ternyata 13 persen orang lebih mungkin membeli makanan berlabel organik jika mereka membawa tas reusable. Hanya saja, kenyataannya, orang dari kelompok ini ternyata juga tujuh persen lebih mungkin untuk membeli makanan yang tinggi gula, garam dan lemak. Mereka banyak yang memilih untuk membeli keripik kentang, kue kering dan juga es krim.
Penulis utama studi, Uma Karmarkar dan Bryan Bollinger menyimpulkan bahwa hal ini ini bisa terjadi karena adanya efek perizinan. Hal ini berarti, mereka membeli junk food karena menganggap dirinya sudah melakukan hal yang baik bagi lingkungan (pakai tas reusable). Oleh karenanya, mereka merasa boleh memberi hadiah untuk diri sendiri dengan membeli junk food.
"Singkatnya, membawa tas sendiri (reusable) akan mengubah cara Anda berbelanja," kata penulis.
Hanya saja penulis mengatakan bahwa ini bukanlah sebuah pengecualian untuk tak menggunakan tas ramah lingkungan. Tetaplah memakai tas tersebut, namun, sadari apa yang Anda juga masukkan ke dalamnya.
(chs/chs)