Perempuan tersebut awalnya ingin belajar mengenai violin langka yang ia terima sebagai hadiah dari mantan suaminya, Philip Johnson. Kala itu, Injeian langsung mengenali benda di tangan sang wanita, violin Stradivarius langka yang dicuri 35 tahun silam.
"Itu adalah momen Eureka," ujar Injeian seperti dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Violin yang dikenal dengan nama Ames Stradivarius tersebut dibuat oleh Antonio Stradivari pada 1734. Hanya ada 550 produk instrumen Stradivarius di dunia, terdiri dari violin, biola, dan selo. Begitu langkanya produk Stradivarius, salah satu violinnya terjual seharga US$ 15,9 juta atau setara Rp 215,1 miliar dalam lelang pada 2011.
"FBI tidak memiliki bukti kuat untuk melakukan penangkapan," kata Nina dalam sebuah wawancara.
Setelah violin tersebut kembali ke tangan keluarga Totenberg, Nina berencana menjualnya kepada seorang musisi. "Pemilik Stradivarius benar-benar harus merupakan penjaga instrumen hebat ini. Mereka dibuat untuk dimainkan," katanya.
Sementara itu, beberapa instrumen Stradivarius masih dinyatakan hilang, termasuk violin buatan 1727 yang dicuri dari apartemen musisi Erica Morini pada 1995.
(mer)