Para ilmuwan melaporkan ketika diminta untuk memberikan solusi masalah, hanya sedikit dari penyandang autisme yang dapat menyelesaikannya. Meski begitu, mereka cenderung berpikir di luar kebiasaan.
Penelitian tersebut menyorot paradoks yang disebabkan oleh gangguan perkembangan yang mengganggu kemampuan bersosialisasi dan juga hubungan sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Doherty, mereka biasanya dianggap lebih kaku dalam pemikiran, sehingga fakta bahwa ide-ide yang mereka miliki lebih tidak biasa atau jarang adalah hal yang mengejutkan. Mereka bisa memberikan pemecahan masalah secara kreatif.
Tes kreativitas yang digunakan dalam penelitian ini meminta sekitar 312 peserta memberikan sebanyak mungkin alternatif yang bisa mereka pikirkan dari objek batu-bata atau kertas klip. Para peserta juga diberikan empat buah gambar abstrak dan diberitahu untuk memberikan sebanyak mungkin tafsiran yang mungkin untuk setiap gambar dalam waktu satu menit.
Pada tes pertama, peserta yang memberikan empat atau lebih banyak respons dilaporkan memiliki tingkat ciri-ciri autis yang lebih tinggi. Penelitian terbaru menunjukkan, penyandang autisme akan langsung menuju pilihan yang lebih 'menuntut'.
“Orang dengan ciri-ciri autis memiliki pendekatan kreativitas yang berbeda untuk memecahkan masalah,” kata Doherty. Mereka tidak melakukan hal-hal dengan cara yang sama dengan orang-orang yang tidak memiliki sifat autis. Mereka memiliki ide-ide yang khas, tapi langsung ke arah yang kurang umum.
(win/mer)