Potret Luka Penyelamat Hidup Seorang Bayi

Windratie, CNN Indonesia | Rabu, 19/08/2015 14:02 WIB
Potret Luka Penyelamat Hidup Seorang Bayi Foto tersebut ternyata menyentuh perasaan jutaan orang di penjuru dunia, dan disebarkan secara online. (Getty Images/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah foto candid seorang ibu dan bayinya, yang baru berusia tiga hari setelah dilahirkan lewat operasi caesar, telah dibagikan kepada lebih dari 56 ribu pemakai Facebook.

Helen Aller (29) dari Guernsey, Inggris, yang sedang hamil delapan bulan, mengambil foto hitam dan putih seorang perempuan dan bayinya yang baru lahir di samping lukanya. Perempuan tersebut takut untuk menjalani operasi persalinan caesar.

Foto tersebut ternyata menyentuh perasaan jutaan orang di penjuru dunia, dan disebarkan secara online.  Potret tersebut  telah dilihat setidaknya 11,5 juta kali dan disukai oleh hampir dua ratus ribu pengguna Facebook.


Helen, ibu dua anak tersebut berkomentar di Facebook-nya, “Saya tidak berharap gambar tersebut bisa mencapai sejauh ini.” “Saya memotret kehamilan ibu ini beberapa minggu yang lalu, dia mengatakan kepada saya betapa takutnya dia menjalani operasi caesar.”

“Selama akhir pekan dia menjalani persalinan, tapi harus melalui persalinan caesar darurat setelah pendarahan yang hebat.” Perempuan tersebut lalu meminta Helen datang pada pagi itu untuk mengambil gambar dari mimpi terburuk yang terbukti dapat menyelamat dirinya dan sang buah hati.”

Namun, Helen yang sedang mengandung delapan bulan itu mengaku masih takut menjalani operasi caesar terhadap dirinya.

Helen mengaku, dia juga terkejut dengan reaksi negatif yang diterimanya dari segelintir orang.

Beberapa pengguna Facebook mengatakan bahwa gambar tersebut sebaiknya dihapus. “Beberapa pesan dari orang-orang mengatakan bahwa (foto) itu menyinggung, menjijikkan. Orang-orang mengatakan (foto) itu eksplisit secara seksual,” kata Helen.

Dia berkata, perempuan dalam foto, yang memilih menjadi anonim, tidak percaya jika gambar tersebut sangat diterima oleh masyarakat. “Saya menunjukkan padanya semua komentar, tapi dia tidak mengharapkan hal tersebut, dan saya pun tidak mengharapkannya pula.”

Helen, yang mengaku juga takut menjalani operasi caesar, mengenal perempuan itu karena mereka tinggal di sebuah pulau kecil. Helen sudah memotret kehamilan perempuan tersebut sejak kehamilan tujuh bulan. Mereka yang sama-sama sedang mengandung lalu berdiskusi tentang operasi caesar.



(win/mer)