Survei yang diterbitkan dalam jurnal Acta Psychologica tersebut meminta para peserta untuk menjawab pertanyaan pengetahuan umum sederhana yang dapat mendorong mereka berbohong ataupun mengatakan yang sebenarnya.
Seperti dilansir dalam laman Independent, masing-masing peserta juga ditanya seberapa sering, dan kepada siapa, mereka telah berbohong dalam 24 jam terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti menemukan bahwa hasil studi mereka tampaknya berkorelasi dengan lonceng kurva, di mana peserta termuda dan tertua yang diuji adalah yang terburuk dalam berbohong.
Sementara, keahlian dan frekuensi berbohong meningkat pesat dan mencapai puncaknya selama masa remaja sebelum pada akhirnya secara bertahap menurun.
Para peneliti mengamati ada perbedaan penting yang berkaitan dengan usia dalam hal penipuan. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan mungkin disebabkan karena tingkat kontrol penghambat yang bervariasi.
Remaja dan dewasa muda pada umumnya memiliki kontrol penghambatan yang lebih rendah. Artinya, mereka berhasil menekan kinerja untuk berkata jujur.
(win/mer)