Bahkan, menurut penelitian yang dirujuk oleh calon Wali Kota London, Tessa Jowel, London merupakan kota dengan biaya transportasi publik paling mahal di dunia, menggeser posisi New York, Paris, dan Hong Kong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi tersebut juga menunjukkan bahwa tiket zona itu juga lebih mahal empat kali lipat ketimbang di Paris, tiga kali lipat dibanding New York, bahkan sepuluh kali lipat dari Moskow.
"Biaya transportasi publik terjangkau sangat penting karena berbagai alasan yang saling berkaitan. Ini adalah waktunya warga London terbebas dari harga yang terus melonjak," kata Jowel.
Jika ia terpilih menjadi wali kota, Jowell pun berkomitmen untuk menghentikan kenaikan harga tiket.
Berbagai promosi lain juga ia lontarkan, seperti harga tiket pukul rata 2,30 Pound Sterling (sekitar Rp 50 ribu) pada akhir pekan. Dengan tiket tersebut, penumpang dapat menaiki bus manapun selama satu jam.
Namun, harga tiket Zone 1-3 yang merupakan rute paling ramai, masih menempati posisi termahal di dunia, yaitu 3,30 Pound Sterling (sekitar Rp 71 ribu), lebih dari dua kali lipat dari Metro Paris atau kereta di New York.
(mer)